Mengenal Lebih Dekat Tradisi Sekaten di Solo | Breaktime
Mengenal Lebih Dekat Tradisi Sekaten di Solo
03.07.2016

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan tradisi, salah satunya adalah tradisi Sekaten. Tradisi ini umumnya dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Solo. Untuk mengenal lebih dekat tradisi ini, baca ulasan singkatnya di bawah ini, ya!

Sekilas tentang Sekaten

Sekaten adalah festival rakyat tahunan yang diadakan pada tiap hari kelima pada penanggalan Jawa di bulan ketiga atau bulan Mulud, sesuai dengan sistem kalender Jawa. Festival Sekaten Solo didedikasikan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang biasa disebut Maulid Nabi.

Mengenal Lebih Dekat Tradisi Sekaten di Solo | Breaktime
Arak-arakan saat festival Sekaten

Prosesi Sekaten

Festival ini dimulai ketika dua gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari mulai dikumandangkan untuk gending berjudul Rambu dan Rangkur. Berdasarkan sejarah, gending ini diciptakan oleh Wali Sanga di abad ke-15 untuk menarik orang-orang dalam penyebaran Islam. Untuk menarik perhatian orang, gamelan dibuat ulang dengan ukuran lebih besar agar suara berkumandang lebih keras sehingga mampu menjangkau  orang-orang lebih jauh.

Mengenal Lebih Dekat Tradisi Sekaten di Solo | Breaktime
Gemelan untuk lagu pengiring Sekaten

Sekaten berasal dari kata syahadatain atau syahadat. Syahadatain adalah dua kalimat yang diucapkan seseorang ketika akan memeluk agama Islam. Kalimat pertama adalah pengakuan kepada Allah yang dilambangkan dengan Gamelan Kyai Guntur Madu, sedangkan kalimat kedua  adalah pengakuan bahwa Muhammad SAW sebagai utusan Allah dilambangkan dengan Gamelan Kyai Guntur Sari.

Hal ini karena dulu, Wali Sanga mendakwahkan Islam selama tujuh hari berturut-turut dengan latar gending gamelan. Sekarang ini, selain untuk mempertahankan budaya Jawa, Sekaten juga bertujuan untuk memenuhi sektor ekonomi dan pariwisata di area Solo. Beberapa ritual atau yang biasa dikenal sebagai Grebeg Mauludan masih dilestarikan sebagai tradisi dan daya tarik untuk menarik perhatian para wisatawan.

Nah, sekarang sudah tahu kan, tentang tradisi Sekaten di Solo. Semoga informasinya bermanfaat dan menambah wawasan Anda ya, B’timers! (nap)

Share This Article