Mengenal Lebih Dekat Rumah Tradisional Sumba | Breaktime
Mengenal Lebih Dekat Rumah Tradisional Sumba
13.09.2017

Wisata Sumba kini mulai naik daun. Hal ini terjadi bukan tanpa alasan. Sumba memiliki bentang alam yang relatif masih alami. Tak heran jika wilayah Sumba terkenal dengan destinasi alam dan budaya yang menjadi ciri khas pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini. Bagi B'timers penggemar arsitektur tradisional Indonesia, Pulau Sumba menjadi destinasi yang tepat karena pulau dengan empat kabupaten ini memiliki ragam rumah adat yang masih sangat alami.

Kalau di Lombok ada Desa Adat Suku Sasak, di Sumba juga ada lokasi yang demikian. Bahkan Sumba masih menjadi wilayah yang belum terlalu banyak terjamah oleh wisatawan. Dijamin wisata budaya di sana juga masih sangat otentik. Penasaran, kan dengan empat kabupaten yang memiliki rumah adat Sumba?

Secara umum, masyarakat Sumba memiliki rumah tradisional tiga tingkat yang di setiap tingkatnya memiliki fungsinya masing-masing. Tingkat pertama berfungsi sebagai tempat atau kandang hewan ternak, tingkat kedua berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga, dan tingkat tiga atau puncak berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan benda pusaka suci yang dianggap sebagai roh leluhur.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Begini Wujud Pulau Jawa Saat Abad Ke-16

Bangunan rumah adat di Sumba turut menentukan status sosial, seringkali dikenali sebagai perwujudan fisik nenek moyang dan tempat penyimpanan pusaka yang diwariskan dari generasi ke generasi. Hingga kini banyak warga Sumba yang memeluk agama atau kepercayaan setempat, yaitu Marapu. 

Mengenal Lebih Dekat Rumah Tradisional Sumba | Breaktime
Bangunan rumah adat warga Sumba di Desa Rotenggaro Sumba Barat

Arsitektur rumah tradisional Sumba juga diatur dengan dasar perbedaan yang menjadi lambang, antara kiri, kanan, depan, dan belakang memiliki makna masing-masing.

Sisi sebelah kanan rumah disediakan untuk upacara dan urusan umum lainnya yang dipimpin oleh para lelaki. Sementara itu sisi kiri merupakan wilayah rumah tangga, tempat bahan makanan, dan hal lain yang identik dengan wanita.

Pada rumah tradisional Sumba, dapur terletak di tengah ruangan dalam rumah. Umumnya, dapur hanya berupa perapian yang digunakan sebagai kompor dan sebuah rak atau tempat penyimpanan yang menggantung di atas perapian.

Mengenal Lebih Dekat Rumah Tradisional Sumba | Breaktime
Bangunan rumah Sumba di Tarimbang, Sumba Timur
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Wisata Angker di Kota Yogyakarta, Berani Tidak?

Atap rumah tradisional Sumba terbuat dari daun alang-alang. Pemilihan daun alang-alang ini tidak boleh sembarangan atau tercampur dengan daun lain karena nantinya bisa mempengaruhi ketahanan atap rumah.

Meskipun tampak serupa, namun ada perbedaan antara rumah adat Sumba Timur dengan rumah tradisional di Sumba Barat. Salah satu yang berbeda adalah fungsi tiang di dalam rumah.

Rumah tradisional Sumba Barat mempunyai Labe di pucuk tiang utama. Labe memiliki fungsi sebagai tempat bersemayam arwah nenek moyang. Di Sumba Timur, tidak semua rumah tradisional memiliki Labe.

Mengenal Lebih Dekat Rumah Tradisional Sumba | Breaktime
Salah satu bagian dari komplek bangunan tradisional di Sumba Timur

Rumah marga Sumba Timur biasanya juga sudah menghilangkan fungsi tingkat pertama di rumah, yaitu sebagai kandang hewan ternak. Biasanya mereka membuat kandang sendiri yang terpisah dengan rumah utama untuk hewan ternak.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Sumba Beach Holiday di Pondok Wisata Pantai Cemara

Perbedaan lain adalah dari sisi teknik mengikat kayu. Rumah tradisional di Sumba Barat masih mempraktekkan teknik mengikat kayu satu jalur, yaitu pangkal akar bertemu dengan ujung pucuk yang lain sehingga menimbulkan gerakan berputar. Sedangkan rumah adat Sumba Timur sudah mulai meninggalkan teknik ini.

Baik di Sumba Barat maupun Sumba Timur, kita bisa menyaksikan keseharian warga Sumba seperti menenun kain, menganyam tas, dan menggembala hewan ternak.

Rumah adat di beberapa wilayah Sumba ini pun bisa jadi alternatif B’timers yang ingin mengunjungi Nusa Tenggara Timur. Jadi, apakah sudah siap untuk membuat rencana ke Sumba tahun ini?



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE