Mengenal Lebih Dalam Suku Gayo Aceh, Yuk! | Breaktime
Mengenal Lebih Dalam Suku Gayo Aceh, Yuk!
12.06.2016

Indonesia adalah negara yang kaya budaya. Sejauh ini Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan penghitungan dan menemukan bahwa Indonesia memiliki 1128 suku bangsa, salah satunya adalah suku Gayo. Suku Gayo adalah salah satu suku yang ada di Aceh, yang terletak di ujung utara Pulau Sumatera.

Sejarah suku Gayo

Gayo di ambil dari kata Kayo yang artinya “takut”. Ini terjadi saat mereka beusaha melarikan diri ke pedalaman karena masuknya agama Islam di wilayah mereka. Suku Gayo ada di sekitar Aceh Tengah, Timur dan Tenggara. Gayo memiliki berbagai kelompok yaitu Gayo Serbejadi, Kalul, Laut, Deret, Lues, Lut dan Belang. Jika dijumlah, suku Gayo berjumlah sekitar 120 ribu jiwa.

Mengenal Lebih Dalam Suku Gayo Aceh, Yuk! | Breaktime
Pakaian adat suku Gayo

Bahasa suku Gayo

Bahasa Gayo termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia, dari sub-rumpun Hesperonesia. Bahasa Gayo juga terpengaruh oleh bahasa Aceh, seperti pada bahasa kelompok Gayo Kalul dan Serbejadi. Bahasa Gayo terdiri dari beberapa dialek, seperti dialek Gayo Lut yang terbagi lagi menjadi sub-dialek Lut dan Deret, lalu dialek Gayo Lues yang terbagi lagi menjadi sub-dialek Lues dan Serbejadi.

Mata pencaharian suku Gayo

Mata pecaharian suku Gayo adalah bertani. Mereka bercocok tanam berbagai bahan pangan seperti ketela, ubi kayu, labu, terong, cabe, jagung, pisang, kol, tembakau, kopi, tebu hingga kentang. Mereka juga membajak sawah seperti yang dilakukan petani lainnya. Namun bukan menggunakan sapi atau kerbau, mereka memanfaatkan kuda untuk menarik bajak.

Agama suku Gayo

Meski suku Gayo terbentuk karena ketakutan pada Islam, pada masa sekarang orang Gayo justru termasuk pemeluk agama Islam yang taat. Akan tetapi sebagian dari mereka masih mencampurkannya dengan kepercayaan asli, seperti yang nampak pada pemujaan kuburan, praktik ilmu gaib, guna-guna, pemanis, dan sebagainya.

Kesenian dan kebudayaan suku Gayo

Gayo memiliki kesenian yang sangat indah. Jika Anda tahu, tari saman adalah tarian yang berasal dari suku ini. Mereka juga memiliki seni teater sastra yang disebut Didong. Awalnya kesenian saman dan didong ini digunakan untuk dakwah menyiarkan agama Islam. Namun seiring perkembangan zaman, didong juga digunakan untuk menyampaikan kritik sosial dan politik.

Mengenal Lebih Dalam Suku Gayo Aceh, Yuk! | Breaktime
Tari saman, kesenian asli suku Gayo

Baca Juga: Keindahan Alam Aceh Gayo

Nah, B’timers. Ada hal berharga yang bisa dipelajari dari prinsip hidup orang Gayo. Mereka memiliki pandangan hidup yang disebut mukenel (harga diri) yang mendorong orang Gayo untuk hidup ber-sikekemelen (kompetitif) di dalam maupun di luar masyarakatnya. Wah! (nap)

Share This Article