Mengenal Kehidupan Masyarakat Lokal Raja Ampat | Breaktime
Mengenal Kehidupan Masyarakat Lokal di Raja Ampat
28.06.2016

Terdapat lebih dari 10 suku adat yang merupakan penduduk asli Kabupaten Raja Ampat. Sebagian dari mereka ada yang telah mendiami wilayah Kepulauan Raja Ampat sejak awal, maupun para pendatang yang bermigrasi dari wilayah lain di sekitar Raja Ampat. Seperti apa ya, kehidupan masyarakat lokal di Raja Ampat, B’timers?

Mengenal Kehidupan Masyarakat Lokal Raja Ampat | Breaktime
Tarian tradisional untuk menyambut tamu

Kehidupan masyarakat lokal di Raja Ampat

Dengan kondisi tempat tinggal yang wilayahnya terdiri dari kepulauan yang dikelilingi lautan, maka tak heran sebagian besar dari mereka memiliki mata pencaharian utama mengolah berbagai sumber daya alam yang berasal dari laut. Ada yang menjadi nelayan, pembuat ikan asin, pencari rumput laut atau juga sebagai penyedia jasa transportasi laut antar pulau, B’timers.

Penduduk suku adat Kabupaten Raja Ampat memiliki rasa persaudaraan yang sangat kuat antara satu dengan lainnya, lho. Salah satu ciri kehidupan masyarakat yang tinggal di Raja Ampat adalah dengan hidup berkelompok dalam sebuah suku. Selain itu mereka sangat bergantung pada hasil alam, namun masih ada yang menganut hidup nomaden dengan berpindah-pindah.

Mengenal Kehidupan Masyarakat Lokal Raja Ampat | Breaktime
Anak-anak pribumi yang tangguh

Menjunjung tinggi gaya hidup yang sederhana

Untuk yang menjadi nelayan, mereka akan berangkat melaut di malam hari. Hebatnya mereka tanpa menggunakan pancingan ataupun jarring untuk mengambil ikan, lho, B’timers. Teknik light fishing yang dimiliki ternyata mampu menarik perhatian ikan-ikan. Dan ternyata cara tersebut cukup efektif dan sekali menangkap, bisa sampai 40 ekor yang mereka dapatkan, B’timers.

Sementara penduduk di Kampung Warema, mereka memiliki kebiasaan berburu ulat sagu sebagai bahan makanan.Setelah menyusuri sungai dan masuk hutan, mereka akan mencari ulat sagu yang hidup di batang pohon sagu. Ulat sagu ini biasa dikonsumsi mentah begitu saja. Tantangan terberat untuk tamu, akan diajak mengeluarkan ulat dari pohon dan memakannya. Wah, berani?

Meskipun ada beberapa suku yang mulai tersentuh gaya hidup modern, namun tak sedikit juga yang ternyata tetap menjaga budaya leluhurnya, lho, B’timers. Wah, menarik sekali, ya? (NO)

Share This Article