Menaklukkan Puncak Asia Tenggara di Gunung Kinabalu | Breaktime
Menaklukkan Puncak Asia Tenggara di Gunung Kinabalu
17.05.2015

Perjalanan Menuju Puncak Donkey Ears

B'timers yang gemar mendaki gunung, nama Kinabalu wajib masuk dalam bucketlist pendakian. Transportasi dan akomodasi yang terjangkau, fasilitas memadai, serta jalur trekking yang aman dan ramah bagi semua usia menjadi beberapa faktor yang membuat Gunung Kinabalu menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan dari penjuru dunia.

Gunung Kinabalu terletak di Kinabalu Park, Sabah, yang merupakan negara bagian Malaysia di Borneo atau Pulau Kalimantan. Kinabalu Park berjarak kurang lebih 85 km atau dua jam perjalanan darat dari Kota Kinabalu.

(Baca juga: Taman Bawah Laut Cantik Yang Ada Di Pulau Tumbak)

Menaklukkan Puncak Asia Tenggara di Gunung Kinabalu

Dengan puncaknya yang berada di ketinggian 4095 meter di atas permukaan laut, Gunung Kinabalu merupakan gunung tertinggi di Borneo dan puncak tertinggi di Asia Tenggara tanpa mengikutkan bagian dari pegunungan Himalaya di Myanmar dan Cartenz di Papua.

Gunung Kinabalu merupakan lambang kebesaran dan kebanggaan warga Sabah. Bahkan bendera negara bagian Malaysia ini pun bergambar Gunung Kinabalu. Gunung ini terbentuk dari tumbukan litosfer Laut China Selatan dan litosfer yang membentuk pulau Kalimantan pada jutaan tahun lalu. Karena tipikalnya yang bukan gunung berapi, kita tidak akan menemukan kawah atau danau di puncak Kinabalu seperti yang biasa kita lihat di beberapa gunung berapi di Indonesia.

Menaklukkan Puncak Asia Tenggara di Gunung Kinabalu

Kawasan Kinabalu Park sendiri merupakan World Heritage Site dengan pengelolaan yang sangat profesional. Tidak semua pengunjung bisa datang lalu mendaki ke puncak. Kita harus melakukan registrasi terlebih dulu. Saat peak season, daftar antrian pendakian bahkan bisa mencapai lebih dari enam bulan. Karena itu sebaiknya kita melakukan booking secara online sebelum mendaki Kinabalu.

Terdapat dua starting point pendakian Kinabalu, yaitu Timpohon Gate (1.866 mdpl) dan Mesilau Nature Resort (2.000 mdpl). Kedua jalur ini akan bertemu di shelter Layang-layang (2.702 mdpl). Pendaki masih harus terus berjalan hingga sampai di Laban Rata di ketinggian 3.272 mdpl. Waktu normal trekking dari Timpohon atau Mesilau menuju Laban Rata adalah enam sampai delapan jam.

Menaklukkan Puncak Asia Tenggara di Gunung Kinabalu

Pendaki harus sampai di Laban Rata sebelum jam lima sore untuk melakukan registrasi penginapan dan makan malam. Terdapat empat shelter dengan beberapa dorm untuk beristirahat dan bermalam, yaitu Panar Laban, Gunting Lagadan, Pendant Hut, dan Waras Hut.

Jam dua dini hari, pendaki akan meninggalkan shelter dan berjalan menuju summit Gunung Kinabalu. Pendaki harus sudah sampai checkpoint terakhir di Sayat-sayat Hut sebelum jam lima pagi. Lewat dari waktu tersebut, pendaki tidak diijinkan untuk naik ke puncak. Jarak dari shelter terakhir ke puncak adalah 2,7 km. Selain jalur normal, pendaki yang ingin menguji adrenalin juga bisa melalui jalur Ferrata. Dengan kemiringan hingga 30 derajat dan bantuan tali, jalur ini memerlukan keahlian dan peralatan khusus.

Menaklukkan Puncak Asia Tenggara di Gunung Kinabalu

Gunung Kinabalu sendiri memiliki beberapa puncak, yaitu South Peak, Tunku Abdul Rahman Peak, Donkey Ears Peak, King Edward Peak, Ugly Sister Peak, St. John's Peak, Alexandra Peak, dan puncak tertinggi Low's Peak (4.095,2 mdpl). Batas waktu menuju Low's Peak adalah pukul 6.30, lewat dari waktu tersebut, pendaki diwajibkan turun kembali ke Sayat-sayat untuk kemudian checkout di shelter dan mengambil breakfast di Laban Rata.

Kondisi trek dari titik awal pendakian hingga puncak Kinabalu relatif aman, nyaman, dan cocok untuk pendaki pemula. Terdiri dari anak tangga terbuat dari kayu, jalan berbatu, tanah liat, dan batuan gunung yang harus didaki dengan menapak tali dengan kemiringan hingga 30 derajat. Untuk mendaki Kinabalu memang diperlukan persiapan fisik, mental, dan fokus untuk bisa sampai ke puncak.

Menaklukkan Puncak Asia Tenggara di Gunung Kinabalu

We dare you to climb Kinabalu! Bagaimana, tertarik untuk menaklukkan puncak tertinggi Asia Tenggara di tanah Borneo?

Share This Article