Memaknai Euphoria Mudik Lebaran Di Indonesia | Breaktime
Memaknai Euphoria Mudik Lebaran Di Indonesia
26.06.2017

Hampir setahun lamanya menjadi perantauan dan tinggal jauh dari kampung halaman, pasti banyak suka dan duka yang dialami. Awalnya, di kampung terbiasa dengan ritme hidup yang santai dan selalu ada orang-orang terkasih yang memberikan semangat, maka semuanya akan terasa berbeda ketika berada di kota orang. Tuntutan hidup yang keras, individualistis tinggi, dan hiruk-pikuk jalanan yang menguras emosi membuat fisik dan pikiran menjadi mudah lelah. Kalau sudah begini, satu-satunya obat untuk mengobati penyakit tersebut adalah dengan berkumpul bersama keluarga.

Bulan Ramadhan tidak hanya menjadi ajang mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya dan melakukan ibadah puasa tapi juga momen spesial berkumpul kembali bersama keluarga pada saat idul fitri. Di Indonesia, tradisi berkumpul bersama keluarga pada saat lebaran disebut mudik. Kebanyakan para pemudik baru bisa pulang kampung saat lebaran karena mereka hanya bisa mengambil jatah liburan pada saat menjelang hari raya. Maka dari itu, para pemudik rela melakukan perjalanan jauh meskipun taruhannya nyawa.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ada Banyak Tradisi Lebaran, Begini Sejarahnya!

Sudah banyak berita mudik yang menelan korban akibat dari kelalaian si pemudik maupun kondisi jalan yang tidak mendukung sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas. Tapi, masyarakat tidak pernah takut untuk kembali melakukan mudik. Terbukti, angka pemudik dari tahun ke tahun meningkat. Apa sebabnya? Sederhana. Manfaat dan makna sebenarnya dari mudik yang mendorong masyarakat untuk tetap melakukannya.

Dengan mudik, anak yang jauh dari orang tua bisa memiliki kesempatan untuk kembali menemui orang tuanya. Bagi kaum muslim, memuliakan orang tua adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang anak. Ketika si anak pulang, maka pada saat itu juga orang tua merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Bisa berkumpul bersama anak adalah keinginan setiap orang tua dan sudah sepantasnya anak untuk terus memperhatikan orang tua selagi mereka masih ada.

Memaknai Euphoria Mudik Lebaran Di Indonesia | Breaktime
jangan lupa oleh-olehnya
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Wah, Ada Tradisi Ramadhan Indonesia Selain Puasa!

Memperkuat tali silahturahmi. Mudik lebaran adalah momen yang selalu ditunggu oleh para kerabat karena bisa bertemu kembali dan melakukan kegiatan bersama-sama seperti berbuka puasa dan bercanda bersama. Islam mengajarkan umatnya untuk terus menjalin silahturahmi dan jangan sampai terputus karena dari silahturahmi tersebut jalan rezeki dibukakan dan diberikan kesehatan. Perintah silahturahmi juga disebutkan secara jelas dalam surat An-Nisa yang berbunyi “Dan, bertakwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silahturahmi”.

Agen perubahan. Pemudik rata-rata berasal dari masyarakat yang kurang mampu di kampungnya dan mencoba mencari peruntungan di kota. Ketika kembali desa, diharapkan pemudik tersebut tidak lagi membagi pengalaman saja tapi juga gagasan sehingga mendorong masyarakat di kampungnya untuk meningkatkan taraf hidup dengan memaksimalkan potensi yang ada di kampung dan tidak melakukan urbanisasi. Memang kota menawarkan sejuta mimpi, tapi bagi orang-orang yang belum bisa bersaing dengan kerasnya kehidupan, maka hidup mereka tidak menjadi lebih baik bahkan banyak yang ujung-ujungnya menjadi pelaku kriminal dan menyebabkan masalah sosial lainnya.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Hampir Lebaran, Begini Cara Atasi Arus Mudik

Introspeksi diri. Dalam kehidupan sosial, manusia tidak lepas dari berbuat salah antara yang satu dengan yang lain. Dengan adanya bulan Ramadhan dan tradisi mudik, maka situasi ini dapat dimanfaatkan untuk merenungkan kembali kesalahan yang telah diperbuat dan meminta maaf kepada yang pernah disakiti.

Berbagi rezeki. Salah satu kebiasaan unik orang Indonesia adalah membawa banyak oleh-oleh untuk dibagikan kepada keluarga, tetangga, bahkan semua orang di kampungnya. Oleh-oleh tersebut adalah tanda mereka sudah berhasil di perantauan. Selain itu, berbagi di bulan Ramadhan dapat meningkatkan pahala. Pepatah lama mengatakan, apa yang kita tanam, itu pula yang kita tuai. Dengan berbagi, manusia diharapkan menjadi pribadi yang murah hati dan tidak sombong.

Itulah manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan mudik. Tetap jaga keselamatan diri dan orang lain agar selamat sampai tujuan ya, B’Timers. (ar)



artikel kompilasi
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE