Masjid Al-Noor & “Halal Food” di Ibukota Vietnam | Breaktime
Masjid Al-Noor dan “Halal Food” di Ibukota Vietnam
18.05.2016

Sebagai ibu kota negara Vietnam, Hanoi menawarkan beragam hal untuk wisatawan. Mulai dari bangunan bersejarah hingga pusat belanja. Salah satu yang membuat saya penasaran di kota ini adalah Masjid dan restoran halal.

Di Vietnam pada umumnya dan Hanoi pada khususnya, Islam merupakan agama minoritas. Karena itu saya sangat maklum tak banyak -atau hampir tidak ada- restoran halal di kawasan Old Quarter yang merupakan pusatnya wisatawan, dari kelas koper sampai backpacker.

Satu-satunya masjid di Hanoi adalah Masjid Al-Noor yang lokasinya berjarak sekitar 500 meter dari terminal bus dan stasiun kereta api Long Bien serta pusat pasar tradisional Dong Xuan. Saya berjalan kaki menuju masjid ini dengan bantuan Google Maps.

Sebagai satu-satunya masjid di ibu kota Vietnam, Masjid Al-Noor menjadi pusat syiar agama Islam di Hanoi. Jemaah masjid ini sebagian besar merupakan kaum muslim ekspatriat, pegawai kantor dan perwakilan kedutaan negara sahabat, termasuk Indonesia.

Masjid Al-Noor & “Halal Food” di Ibukota Vietnam | Breaktime
Google Map sebagai petunjuk menuju Masjid Al-Noor di Hanoi

Sejarah masjid ini tak lepas dari keberadaan pedagang dari kawasan Asia Selatan, seperti Bombai, Karachi (Pakistan), dan Kalkuta sekitar tahun 1930-an. Sementara itu sejarah Islam di Vietnam sendiri telah ada sejak tahun 650 Masehi yaitu masa Kerajaan Campa.

Menurut sejarah, Islam telah datang ke negeri Campa sejak masa Khalifah Usman Bin Affan berkuasa di Madinah, kala itu beliau mengirimkan utusannya ke Campa (sekarang Vietnam) dan Dinasti Tang di China.

Pasca perang Vietnam dan berdirinya negara Vietnam bersatu (Republik Sosialis Vietnam), banyak umat Muslim di Vietnam yang pindah ke negara lain. Jumlah Muslim di Vietnam hanya 0,1 persen dari total penduduk dan mayoritas tinggal di kawasan selatan, seperti provinsi Ninh Thuan, Binh Thuan, Ho Chi Minh City (Saigon), kawasan Delta Sungai Mekong, dan provinsi An Giang.

Masjid Al-Noor & “Halal Food” di Ibukota Vietnam | Breaktime
Tampak depan gerbang Masjid Al-Noor di kawasan Old Quarter

Masjid Al-Noor dikelola oleh pengurus yang merupakan bagian dari Mosque Management Committee, terdiri dari lima perwakilan kedutaan seperti Mesir, Libya, Indonesia, Aljazair, dan Irak.

Kompleks bangunan Masjid Al-Noor sendiri dari luar tampak tidak mirip dengan masjid pada umumnya. Hanya sebuah gerbang putih dengan tulisan nama masjid dalam tiga bahasa, Arab, Inggris, dan Vietnam.

Bangunan dalam masjid tidak terlalu besar. Sebagian besar dinding berwarna putih dengan gaya kolonial Eropa pada pilar-pilarnya. Bagian mimbar masjid tampak begitu sederhana, berbentuk setengah lingkaran khas Asia Tengah.

Masjid Al-Noor & “Halal Food” di Ibukota Vietnam | Breaktime
Pintu masuk Restoran Zaynab yang menyajikan menu Halal Food bagi wisatawan muslim di Hanoi

Masjid ini terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung, baik wisatawan muslim maupun non muslim. Hanya saja mayoritas yang datang adalah wisatawan Muslim yang berkunjung ke Hanoi. Tak heran memang karena tepat di sebelah masjid terdapat satu rumah makan halal Zaynab Restaurant.

Saya awalnya ragu untuk masuk ke rumah makan ini karena letaknya yang masuk ke dalam gang di sebelah masjid, tanpa jendela terbuka dan hanya sebuah pintu kaca buram tertutup dengan tulisan "Open 11AM - 8PM".

Namun saya langsung yakin untuk masuk ketika seorang pria paruh baya menyapa saya dengan kalimat, "Asalamualaikum, where are you from? Malaysia? Come in to the restaurant," Ia menyangka saya dari Malaysia, karena memang kebanyakan wajah Melayu yang ke Vietnam berasal dari Malaysia.

Masjid Al-Noor & “Halal Food” di Ibukota Vietnam | Breaktime
Spring roll rice noodle dan segelas Ice Vietnam Coffee, menu yang saya pesan di Zaynab Restaurant

Jangan bayangkan rumah makan ini memiliki puluhan meja dan beberapa karyawan. Ruangan di dalam restoran hanya selebar kira-kira 2,5 meter kali lima meter, dengan empat buah meja makan serta beberapa kursi. Pembeli dilayani seorang pelayan pria yang merupakan warga lokal Vietnam.

Menu makanan di Zaynab Restaurant masih sangat kental nuansa Vietnam-food, seperti spring roll rice noodle dan vietnam ice coffee. Mayoritas makanan menggunakan bahan seafood, chicken, dan sayuran segar khas Vietnam.

Meskipun kecil dan terkesan sangat sederhana, namn menyantap beberapa menu di satu-satunya restoran halal di Hanoi ini cukup mengobati rasa kangen traveler Muslim pada menu halal di ibu kota Vietnam. (ZA)

Share This Article