Ma’ Nene Upacara Membangkitkan Mayat Tana Toraja | Breaktime
Ma’ Nene, Upacara Membangkitkan Mayat Tana Toraja
08.09.2016

Tana Toraja terkenal dengan tradisi adat yang sangat unik. Selain ada kuburan yang terletak di atas tebing, kali ini akan dibahas tentang tradisi Ma’ Nene yang sudah menjadi budaya turun-menurun di Tana Toraja. Upacara mayat berjalan Tana Toraja ini dilakukan dalam rangka mengganti pakaian mayat para leluhur. Upacara Ma’ Nene berlangsung pada saat setelah musim panen yang jatuh pada bulan Agustus.Masyarakat Toraja memercayai jika upacara ini tidak dilakukan, maka sawah-sawah dan lading akan rusak akibat serangan hama seperti tikus dan ulat.

Upacara Ma’ Nene pertama kali dilakukan oleh seorang pemburu binatang yang bernama Pong Rumasek. Pong menemukan jasad manusia dengan kondisi yang memperihatinkan. Kemudian Pong membawa jasad tersebut dan dipakaikan satu setel pakaian, lalu dikuburkan.

Ma’ Nene Upacara Membangkitkan Mayat Tana Toraja | Breaktime
Tradisi menggantikan baju pada orang yang sudah meninggal

biasanya. Tidak hanya itu, menurut sejarah, Pong juga selalu mendapat hewan buruan. Hingga suatu hari arwah yang ia kuburkan waktu itu menemuinya dan membantunya berburu.

Anda pasti bertanya-tanya apakah mayat-mayat tersebut tidak membusuk? Hal ini memang diluar nalar manusia, namun menurut masyarakat setempat, ada sebuah zat yang bisa mengawetkan jasad orang mati yang terdapat dalam gua di atas tebing yang dijadikan kuburan.

Ma’ Nene Upacara Membangkitkan Mayat Tana Toraja | Breaktime
Salah satu jasad yang dibangkitkan kembali

Dalam melakukan prosesi ini ada tahap-tahap yang harus dilakukan. Pertama, para tetua atau Ne’ Tomina Lumba membacakan doa dalam bahasa Toraja kuno. Kemudian mayat diangkat dan dibersihkan dari ujung kepala hingga kaki dengan menggunakan kuas. Lalu dipakaian baju dan dibaringkan kembali dalam peti.

Selama upacara dilakukan, kaum pria membentuk lingkaran dan menyanyikan lagu dan tarian yang menunjukkan tentang kesedihan. Hal ini dilakukan untuk menghibur anggota keluarga dari jasad yang dibangunkan tersebut.

Itulah B’timers tradisi unik khas Tana Toraja yang hanya ada di Indonesia. Membayangkannya mungkin Anda merasa bergidik. Namun, masyarakat Tana Toraja sudah sangat terbiasa dan terus menjaga adat istiadat para leluhur mereka hingga sekarang. (vpd)

Share This Article