Mandi Kasai Lubuk Linggau untuk Calon Pengantin | Breaktime
Mandi Kasai di Lubuk Linggau untuk Calon Pengantin
16.10.2016

Indonesia memiliki keragaman budaya yang tak bisa dihindari secara turun-temurun. Siklus kehidupan masyarakat semua mengandung arti dan harus dirayakan sesuai kebudayaan masing-masing daerah. Mulai dari pernikahan, mengandung, melahirkan, hingga meninggal hampir setiap daerang memiliki upacara khusus. Salah satunya adalah upacara yang dilakukan oleh masyarakat Lubuk Linggau.

Namanya tradisi Mandi Kasai. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Lubuk Linggau saat menjelang pernikahan. Tradisi Mandi Kasai dilakukan dengan memandikan sepasang kekasih yang akan menikah di sungai dan disaksikan oleh kerabat. 

Mandi Kasai Lubuk Linggau untuk Calon Pengantin | Breaktime
Tradisi mandi di sungai untuk calon pengantin di Lubuk Linggau

Mandi Kasai ini memiliki dua makna dalam pelaksanaannya. Pertama, adalah sebagai pertanda bahwa calon pengantin akan segera meninggalkan masa remaja dan memasuki kehidupan rumah tangga. Kedua, adalah sebagai tanda membersihkan jiwa dan raga calon pengantin.

Tradisi Mandi Kasai ini juga menginspirasi masyarakat membuat sebuah tarian tradisional, yaitu tari Bujang Gadis. Ide tarian ini diambil dari seorang bujang dan seorang gadis yang akan menikah dan mengakhiri masa lajangnya.

Mandi Kasai Lubuk Linggau untuk Calon Pengantin | Breaktime
Tari Bujang Gadis saat pernikahan di Lubuk Linggau

Tarian ini dilakukan oleh laki-laki dan perempuan dengan menggunakan pakaian adat khas Lubuk Linggau. Tarian ini juga dipentaskan dalam acara pernikahan yang diiringi oleh musik digital dengan sentuhan musik tradisional seperti kendang, kromong, rebana, dan akordian. Tari Bujang Gadis ini juga menggunakan tiga latar tempat, yaitu suasana pedesaan, sungai, dan tempat pernikahan.

Tujuan dari diadakannya tradisi Mandi Kasai dengan tari Bujang Gadis ini adalah sebagai sarana menghormati leluhur dan melestarikan serta menjaga keragaman budaya dari Lubuk Linggau. Masyarakat setempat pun sangat menjunjung tinggi adat istiadat mereka dengan menurunkannya pada para generasi muda. (vpd) 

Share This Article