Manambang Tradisi untuk Sambut Lebaran di Padang | Breaktime
Manambang, Tradisi untuk Sambut Lebaran di Padang
06.07.2016

Kebiasaan seperti apa yang masih Anda ingat setiap kali Lebaran tiba, B’timers? Nah, kalau di Sumatera Barat, ada satu tradisi unik untuk merayakan Lebaran, lho. Dan itu masih dilakukan hingga saat ini. Kali ini kita terbang ke Kota Padang, yuk! Kota ini punya tradisi yang dinamakan manambang. Hmm, apa itu, tradisi manambang di Padang, ya, B’timers?

Manambang Tradisi untuk Sambut Lebaran di Padang | Breaktime
Serunya berkeliling bersama teman-teman, ya?

Tradisi Manambang saat Lebaran di Padang

Jika Anda, mungkin seusai salat Idul Fitri akan sungkem pada kedua orangtua, kemudian salam-salaman dengan sanak saudara. Kalau di Padang, ada tradisi unik yang dilakukan anak-anak seusai salat Idul Fitri, B’timers. Namanya manambang. Saat ini, semua anak-anak secara berombongan akan pergi berkeliling untuk mengunjungi rumah-rumah warga sekitar.

Tujuannya, selain untuk menjaga silaturahmi, tradisi ini juga dengan harapan mendapatkan tunjangan hari raya dari empunya rumah yang mereka kunjungi, B’timers. Jumlah anak dalam rombongan tersebut bervariasi. Namun biasanya ada yang terdiri dari lima hingga delapan orang. Semua anak sebelumnya sudah janjian untuk pergi bersama berkeliling.

Manambang Tradisi untuk Sambut Lebaran di Padang | Breaktime
Uang baru inilah incaran semua anak kecil

Rombongan hanya anak-anak tanpa orang dewasa

Ketika melakukan manambang, anak-anak itu tidak didampingi oleh orang yang lebih dewasa, B’timers. Mereka akan mengunjungi setiap rumah dengan mengucapkan salam terlebih dahulu. Setelah masuk, oleh tuan rumah mereka akan disuguhi kue-kue dan makanan ringan khas Lebaran. Dan ternyata tidak hanya tetangga saja yang mereka datangi, lho.

Tata cara ber-manambang, anak-anak biasanya akan memperkenalkan diri jika ada yang belum saling kenal. Setelah menikmati sajian, mereka akan berpamitan dan itulah saatnya tuan rumah membagikan uang baru. Ada yang pecahan 1.000 hingga 2.000. Yang lucu, ada juga rombongan yang tidak mau masuk dalam rumah, dan hanya menunggu uangnya.

Dan tradisi yang hanya berlangsung setiap setahun sekali itu tak hanya membuat anak-anak saja yang senang. Tuan rumah yang didatangi pun mengaku bahagia kedatangan tamu-tamu kecil, meskipun dari tempat yang cukup jauh dan tidak mengenal mereka maupun orangtuanya.

Wow, seru ya, menjadi anak-anak yang masih bisa ikutan tradisi manambang di Padang, B’timers? (NO)

Share This Article