Legenda Telaga Biru Maluku Bukti Rasa Patah Hati | Breaktime
Legenda Telaga Biru Maluku Bukti Rasa Patah Hati
16.04.2017

Kita semua tahu kalau negeri ini begitu kaya akan budaya dan tradisi. Salah satu budaya yang tidak lepas dari tanah air adalah cerita rakyat atau legenda yang berkembang di masyarakat. Tak hanya berkembang, banyak juga legenda yang sudah begitu melekat atau bahkan dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Pada kenyataannya, cerita rakyat selalu berhubungan dan memberikan nilai moral untuk dipraktekkan di dunia nyata.

Seperti yang menyebar di wilayah Maluku, tepatnya di Halmahera yaitu tentang legenda asal mula Telaga Biru. Zaman dahulu, masyarakat Indonesia yang mengalami hal-hal aneh pasti akan melakukan sebuah ritual untuk meminta keselamatan. Di Maluku saat itu terdapat sebuah air yang berada di antara pembekuan lahar panas. Air itu menggenang dalam waktu yang cukup lama hingga membuat warnanya berubah menjadi biru.

Legenda Telaga Biru Maluku Bukti Rasa Patah Hati | Breaktime
Telaga Biru Halmahera (Google)

Baca juga : CINDELARAS & AYAM JAGONYA YANG TAK TERKALAHKAN

Ritual dilakukan oleh masyarakat Halmahera untuk mendapatkan sebuah jawaban. Sampai akhirnya mereka mendapatkan jawaban tersebut dan jawabannya adalah sebagai berikut.

Timbul dari Siniga irogi de itepi Sidago kongo dalulu de i uhi imadadi ake majobubu.“  Kalimat tersebut berarti timbul dari akibat patah hati yang remuk-redam, meneteskan air mata, mengalir dan mengalir menjadi sumber mata air.

Setelah ritua selesai, Kepala Desa meminta warganya untuk berkumpul. Kemudian sang Kepala Desa bertanya pada warganya,

Di antara kalian siapa yang tidak hadir, tetapi juga sedang tidak berada di rumah?“.

Kemudian salah seorang warga menjawab, “memangnya ada yang belum hadir?”.

Mereka pun mulai menghitung jumlah orang yang sedang berkumpul. Ternyata ada dua keluarga yang anggotanya belum lengkap. Mereka adalah Magohiduuru (nyong) dan Majojaru (nona). Kemudian ada seorang warga yang bercerita kepada masyarakat disitu.

Legenda Telaga Biru Maluku Bukti Rasa Patah Hati | Breaktime
Menceritakan kisah patah hati

Baca juga : TERNYATA INI ASAL MULA NAMA RAJA AMPAT!

Keduanya adalah sepasang kekasih yang berjanji untuk selalu bersama sehidup semati. Suatu hari Magohiduuru berkelana ke luar negeri. Majojaru pun menunggu dengan setia, tetapi setelah satu tahun Magohiduuru tidak kembali. Majojaru terus menunggu lama dan semakin cemas. Suatu hari Majojaru melihat sebuah kapal dan mendengar bahwa Magohiduuru telah meninggal dunia dalam perjalanannya ke negeri seberang.

Majojaru pun tak bisa menahan perasaannya setelah mendengar kabar tersebut. Ia ambruk dan merasa separuh jiwanya telah mati. Tubuhnya melemas dan hatinya sangat sedih. Ia memaksa dirinya untuk berjalan pulang. Di tengah perjalanan, ia beristirahat sejenak untuk berteduh dan menenangkan hatinya. Ia duduk di atas batu di bawah pohon meratapi nasibnya.

Legenda Telaga Biru Maluku Bukti Rasa Patah Hati | Breaktime
Telaga Biru jadi tempat wisata

Baca juga : HENAN JADI SAKSI PERDABAN CHINA KUNO

Ia terus menangis di atas batu itu dan tak terasa sudah tiga hari tiga malam dirinya seperti itu. Majojaru pun tak berhenti menangis sampai air matanya menggenang menenggelamkan dirinya dan apa yang ada di sekitarnya. Itulah mengapa telaga biru memiliki air yang bening sebening air mata dan biru sebiru pupil mata Majojaru. Warga pun berkabung mendengar hal tersebut. Sampai akhirnya mereka bersumpah untuk menjaga telaga tersebut.

Pada dasarnya, legenda Telaga Biru tersebut mengajarkan masyarakat untuk tidak terlalu larut dalam kesedihan. Tak hanya itu, legenda tersebut juga mengajarkan kesetiaan yang menjadi kunci penting dalam menjalin sebuah hubungan. Menarik, ya B’timers. Kini Telaga Biru menjadi destinasi wisata yang paling dicari di Maluku. Keindahannya memang tidak akan membuat Anda menyesal jauh-jauh ke Halmahera. (vpd)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE