Legenda dan Peninggalan Si Pahit Lidah Palembang | Breaktime
Legenda dan Peninggalan Si Pahit Lidah Palembang
19.06.2016

Indonesia memiliki beragam budaya dan cerita rakyat. Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerahnya punya legendanya sendiri-sendiri. Untuk kali ini, Breaktime akan mengajak Anda mampir ke Sumatera Selatan, di mana ada sebuah cerita rakyat yang terkenal. Benar, Si Pahit Lidah. Si Pahit Lidah merupakan julukan untuk pangeran dari Sumatera Selatan. Meski kesaktiannya tinggi, namun dia bisa dikalahkan. Seperti apa sih, cerita rakyat Si Pahit Lidah Palembang sebenarnya, B’timers?

Keturunan raksasa dengan kesaktian tinggi

Di daerah Sumidang, Sumatera Selatan, tinggal pangeran bernama Serunting. Konon ia adalah anak keturunan Putri Tenggang yang merupakan raksasa. Suatu hari, Pangeran Serunting mempersunting gadis desa bernama Sitti. Setelah menikah, Serunting mengajak istrinya untuk tinggal di dalam istana. Namun, Sitti tidak ingin berpisah dengan adik laki-lakinya yang bernama Aria Tebing. Tetapi dia tetap harus patuh pada suaminya.

Karena itu, Serunting ahirnya memutuskan untuk mengajak Aria Tebing tinggal bersama mereka di istana. Sayangnya hal itu ditolak oleh Aria Tebing, B’timers. Untuk mengambil jalan tengah, maka Sitti dan Aria Tebing membagi dua kebun warisan orangtua mereka. Dan untuk menghindari perselisihan, diberilah pembatas di kebun tersebut.

Legenda dan Peninggalan Si Pahit Lidah Palembang | Breaktime
Mungkinkah ini salah satu korban kutukan Si Pahit Lidah, B’timers?

Cendawan biasa dan cendawan emas

Setelah ditanamkan kayu pembatas, beberapa hari kemudian pada kayu pembatas tersebut ditumbuhi tanaman cendawan atau jamur. Yang mengherankan, cendawan yang tumbuh di kedua sisi kayu itu berbeda. Jamur yang mengarah ke kebun Aria Tebing berupa jamur emas, namun yang tumbuh di sisi kebun Pangeran Serunting hanya jamur biasa.

Ketika datang berkunjung, Pangeran Serunting melihat Aria Tebing mengambil jamur emas. Dan timbul rasa iri dalam hatinya. Karena iri tersebut, terjadilah pertarungan antara keduanya, B’timers. Aria Tebing yang mengetahui kelemahan Pangeran Serunting akhirnya mampu mengalahkannya. Malu karena kalah, Serunting pun bersembunyi di Gunung Siguntang dan bertapa.

Nah, setelah bertapa, ia mendapatkan kekuatan gaib dari Sang Hyang Mahameru. Kekuatan tersebut adalah apapun yang diucapkannya akan berubah menjadi kutukan. Dan berkat kesaktian lidahnya, Pangeran Serunting dijuluki Si Pahit Lidah, B’timers.

Wow, Indonesia memang kaya akan cerita yang penuh pesan moral, ya, B’timers! (NO)

Share This Article