Kulik Mengulik Cerita Ritual Kasodo Suku Tengger | Breaktime
Kulik Mengulik Cerita Ritual Kasodo Suku Tengger
01.08.2016

Ada cerita apa, ya, di balik Ritual Kasodo Suku Tengger, B’timers? Well, selain menawarkan keindahan dari Gunung Bromo yang menawan, ternyata ada hal lain yang bisa Anda dapatkan ketika berlibur ke dataran tinggi yang satu ini, B’timers. Bromo, sebagai tempat suci oleh Suku Tengger ini menawarkan wisata untuk menyaksikan prosesi upacara khas umat Hindu Tengger. Apa cerita di baliknya?

Kulik Mengulik Cerita Ritual Kasodo Suku Tengger | Breaktime
Jenis sesajian warga bisa bermacam-macam, lho

Ritual dari zaman Kerajaan Majapahit

Upacara unik yang telah digelar sejak zaman Kerajaan Majapahit ini menyimpan cerita penuh arti, lho, B’timers. Ritual ini memiliki tujuan untuk mengangkat dukun atau tabib di setiap desa di sekitar Gunung Bromo Dan dalam upacaranya, Suku Tengger akan melemparkan sesajen yang berupa hasil bumi serta ternak ke kawah gunung.

Tepat di malam ke-14 bulan Kasada, Suku Tengger akan beramai-ramai dengan sesajian ke Pura Luhur Poten untuk berdoa. Doa ini akan dipimpin oleh pimpinan umat Hindu Tengger. Setelah pembacaan doa, mereka akan berjalan menuju puncak Bromo untuk melemparkan semua sesajen yang dibawa. Ini satu bentuk syukur mereka pada Sang Yhang Widhi.

Kulik Mengulik Cerita Ritual Kasodo Suku Tengger | Breaktime
Pementasan cerita harus sesuai legenda

Cerita di balik Ritual Kasodo Bromo

Legenda yang ada di balik penggelaran Ritual Kasodo Bromo adalah kisah Roro Anteng dan Joko Seger, B’timers. Keduanya tidak kunjung dikaruniai keturunan, meskipun telah bertahun-tahun menikah. Nah, keduanya akhirnya bertapa dan memohon kepada Tuhan untuk diberikan anak. Mereka mengucapkan janji, jika harapan tersebut dikabulkan, mereka akan mengorbankan anaknya ke kawah Gunung Bromo.

Sayangnya setelah dianugerahi 25 buah hati, mereka lupa akan janji yang pernah diucapkan, yaitu untuk mempersembahkan salah satu anaknya. Anak pertama, Jaya Kusuma-lah yang bersedia menjadi korban dan menemui sang Dewa Brahma. Nah, saat itulah si sulung menyampaikan pada masyarakat keturunan Roro Anteng dan Joko Seger untuk memberikan memberikan persembahan setiap tanggal 14 Kasada.

Dan legenda tersebut diyakini harus diteruskan, B’timers. Warga Suku Tengger percaya jika tradisi diabaikan, akan datang bencana dari Gunung Bromo. Wah, menarik ya, B’timers? (NO)

Share This Article