Kubu, Suku Pinggiran Sebab Marginalitas di Jambi | Breaktime
Kubu, Suku Pinggiran nan Primitif di Jambi
26.07.2016

Indonesia dikenal dengan beragam-ragam suku bangsa dari Sabang sampai Merauke. Selain Jawa, Sunda, Madura, Betawi dan beberapa suku besar lainnya, B’timers pasti tahu bahwa Bumi Pertiwi masih punya ribuan suku lain yang memang kurang mendapat perhatian dari khalayak umum. Ambil saja contoh Suku Kubu yang Ada di Jambi.

Apa itu Suku Kubu?

Sebelumnya, Anda harus tahu dulu bahwa Suku Kubu juga dikenal dengan sebutan Suku Anak Dalam atau Orang Rimba. Suku ini merupakan salah satu suku minoritas  yang benar-benar minoritas. Mereka ditemukan tinggal di Pulau Sumatra, tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Meski dibilang mayoritas, namun jumlah penduduk dengan Suku Kubu mencapai 200 ribu orang lho, B’timers. Masih cukup banyak, kan?

Bagaimana asal mula Suku Kubu?

Nah, menurut cerita dari mulut ke mulut nih, Suku Kubu atau Suku Anak Dalam ini lebih dikenal dengan nama orang Maalau Sesat. Disebut Maalau sesat karena mereka lari ke hutan rimba di sekitar Air Hitam, Taman Nasional Bukit 12. Namun kemudian, mereka dinamakan Moyang Segayo.

Lain kepala lain cerita, sumber lain menyebutkan mereka berasal dari Pagaruyung yang kemudian mengungsi ke Jambi. Sumber ini diperkuat dengan kenyataan adat suku Anak Dalam yang punya kesamaan bahasa dan adat dengan suku Minangkabau, seperti sistem matrilineal dalam sistem kekerabatan yang dianut.

Kubu, Suku Pinggiran nan Primitif di Jambi | Breaktime
Kehidupan Suku Kubu yang menyedihkan

Wilayah yang ditempati Suku Kubu

Nah, jika bicara soal wilayah Jambi yang ditempati Suku Kubu, secara garis besar di Jambi mereka hidup di 3 wilayah ekologis yang berbeda. Rinciannya, Orang Kubu ada yang tinggal di utara Provinsi Jambi atau sekitar Taman Nasional Bukit 30, selanjutnya ada yang di Taman Nasional Bukit 12 dan wilayah selatan Provinsi Jambi atau di sepanjang jalan lintas Sumatra.

Nah, sistem hidup mereka ini masih nomaden, B’timers. mereka juga masih berburu dan meramu sebagai salah satu faktor penyebab hidup meramu. Meskipun demikian tak sedikit dari mereka yang sudah memiliki lahan karet pribadi untuk dirawat.

Sayangnya, kehidupan mereka sangat mengenaskan seiring dengan hilangnya sumber daya hutan yang ada di Jambi dan Sumatera Selatan. Apalagi proses-proses marginalisasi yang dilakukan oleh pemerintah dan suku bangsa dominan dalam hal ini Orang Melayu, yang ada di Jambi dan Sumatera Selatan yang besar-besaran membuat Suku Kubu semakin terpinggirkan.

Agama?

Bicara soal agama nih, B’timers, mayoritas Suku Kubu masih menganut kepercayaan animisme. Namun, sudah banyak juga beberapa puluh keluarga Suku Kubu yang pindah ke agama Islam. Nah, itulah sekilas tentang Suku Kubu yang semakin terpinggirkan akibat marginalisasi. Semoga menambah wawasan budaya Anda, ya! (nap)

Share This Article