Kisah Unik Penuh Legenda Batu Nong dari Sumbawa! | Breaktime
Kisah Unik Penuh Legenda Batu Nong dari Sumbawa!
14.09.2016

Jika berlibur ke Sumbawa, tepatnya Desa Lekong, Anda akan menjumpai sebuah batu besar yang tinggi, dengan bagian atas yang bundar datar, B’timers. Batu tersebut menggantung pada tebing bukit di dekat Sungai Lekong. Dari atas, Anda bisa dengan leluasa melihat pemandangan yang terhampar di bawahnya. Inilah yang dinamakan Batu Nong, B’timers.

Kisah Unik Penuh Legenda Batu Nong dari Sumbawa! | Breaktime
Pantai Sumbawa yang menarik banyak wisatawan

Legenda unik dari dongeng Batu Nong

Well, kata “nong” dari Batu Nong sendiri berasalh dari bahasa Sumbawa yang memiliki arti “melihat ke bawah dari atas”. Namun jika kita melihat Batu Nong dari kejauhan, letaknya tampak cukup berbahaya. Seandainya ada getaran sedikit, batu tersebut pasti akan runtuh. Tapi itu mungkin hanya kekhawatiran yang dimiliki masyarakat sekitar. Karena nyatanya, sejak berates-ratus tahun batu itu masih kokoh.

Asal mula kemunculan Batu Nong di tanah Sumbawa

Pada zaman dahulu, negeri tersebut terkenal debagai daerah yang makmur, aman dan damai, B’timers. Laki-laki dan wanita memiliki kedudukan yang sama, kecuali dalam satu hal. Apa itu? Kaum lelaki tabu untuk mencuci pantat anak yang habis buang air besar. Dan ini diyakini oleh penduduk yang tinggal di daerah tersebut, B’timers.

Hingga pada suatu hari, di negeri tetangga akan diadakan keramauan besar. Seorang ibu dari keluarga yang memiliki anak kecil meminta suaminya untuk menjaga buah hati mereka untuk pergi menonton. Karena besarnya rasa cinta sang suami pada istri, dia pun memberikan izin istrinya pergi menonton ke acara tersebut. Dan karena sang istri tak kunjung pulang, terpaksa suami yang mencuci pantat anaknya yang baru saja buang air besar di malam hari.

Kisah Unik Penuh Legenda Batu Nong dari Sumbawa! | Breaktime
Tak hanya pantai, tebing Sumbawa juga indah

Kutukan akibat mengabaikan aturan budaya

Dan turunlah kutukan pada sang suami. Pada kulit sang ayah mulai tumbuh sisik. Sementara tangan dan kakinya mengerut, B’timers. Pada akhirnya dia berubah menjadi seekor naga berkepala manusia. Ketika sang istri pulang dan terkejut mendapati suaminya sudah berubah rupa menjadi naga. Untuk menutupi rasa malu, sang suami meminta istrinya membawanya ke sungai.

Wah, unik dan menarik, ya, budaya dari Sumbawa ini, B’timers? (NO)

Share This Article