Kisah Suku Bajau di Kalimantan yang Hampir Punah | Breaktime
Kisah Suku Bajau di Kalimantan yang Hampir Punah
27.09.2016

Nah, selain menawarkan destinasi indah yang penuh pesona, Kalimantan juga merupakan tempat tinggal dari Suku Bajau atau Bajau Sama, B’timers. Berasal dari Kepulauan Suli, Filipina Selatan, suku ini memiliki kebiasaan hidup nomaden di atas permukaan air laut. Itulah sebabnya, tak sedikit yang memberi mereka julukan sebagai gipsi laut. Yuk, intip cerita Suku Bajau Kalimantan yang hampir punah ini, B’timers.

Kisah Suku Bajau di Kalimantan yang Hampir Punah | Breaktime
Suku dengan gaya hidup nomaden di atas laut

Asal usul serta sejarah kehidupan Suku Bajau

Dengan gaya hidup yang nomaden, Suku Bajau sudah sejak ratusan tahun yang lalu menyebar ke Negeri Sabah hingga berbagai wilayah di Indonesia. Tak hanya ada di Kalimantan saja, Suku Bajau juga tinggal di utara Sulawesi hingga perairan Maluku dan Raja Ampat, lho, B’timers. Yang membuat mereka unik, yaitu seluruh aktivitas dilakukan di atas perahu, mulai tidur maupun berburu.

Suku Bajau hanya akan menginjakkan kaki di daratan, untuk menjual hasil laut serta membeli keperluan rumah tangga yang tak mampu mereka buat sendiri. Sayangnya dengan kemajuan zaman saat ini, Suku Bajau semakin punah. Hal ini sudah terlihat sejak abad ke-16. Keturunan suku lebih memilih tinggal dan mencari pekerjaan di daratan, B’timers.

Anda akan menemukan setidaknya ada 10 bahasa yang diturunkan dari bahasa induk. Dan secara garis besar Suku Bajau banyak yang menggunakan Bahasa Sinama yang lebih dikenal dengan Bahasa Bajau. Sebenarnya bahasa yang mereka gunakan sangat mirip dengan Bahasa Tagalok. Namun setiap suku yang ada di masing-masing area, menggunakan bahasa dengan campuran bahasa daerah setempat.

Kisah Suku Bajau di Kalimantan yang Hampir Punah | Breaktime
Tarian tradisi Suku Bajau yang hampir punah

Tak hanya kehidupannya yang membuat Suku Bajau unik, tarian tradisional milik Suku Bajau juga cukup menarik, lho. Selain tarian, mereka juga sering menyanyikan lagu yang diturunkan dari generasi-generasi sebelumnya. Saat menyanyikannya, Suku Bajau menggunakan palau atau alat musik tiup, gabbang serta tagunggo. Sayangnya tradisi ini pun terancam punah, B’timers.

Wah, dengan keunikan yang mereka miliki, rasanya sedih jika Suku Bajau harus hilang dari Indonesia, ya, B’timers? (NO)

Share This Article