Kisah Mistis di Balik Tari Kecak Khas Bali | Breaktime
Kisah Mistis di Balik Tari Kecak Khas Bali
13.08.2016

Pulau Bali selain terkenal dengan destinasi wisata yang tiada duanya, juga terkenal dengan budaya dan tarian khasnya. Di Bali, tarian bukan hanya sekedar hiburan untuk penontonnya, tetapi juga memiliki sejarah dan maknanya masing-masing. Salah satunya, tari Kecak.

Sejarah Tari Kecak

Kisah Mistis di Balik Tari Kecak Khas Bali | Breaktime
Wayan Limbak, penggagas tari Kecak

Tari Kecak merupakan kesenian tradisional Bali yang diciptakan sekitar tahun 1930-an, oleh seorang seniman Bali yang bernama Wayan Limbak dan temannya, yang merupakan pelukis Jerman bernama Walter Spies. Tari Kecak berasal dari sebuah ritual sakral Hindu bernama Sang Hyang.

Sang Hyang sendiri merupakan jenis tarian tradisional Bali yang dilakukan pada saat upacara religi yang berfungsi untuk menolak bala atau mengusir wabah penyakit. Pada tahun 1970-an, Wayan Limbak terus mempromosikan pertunjukan tari yang digagasnya ini. Hingga akhirnya saat ini menjadi sangat populer dan menjadi salah satu warisan budaya.

Gerakan dan Makna Tari Kecak

Kisah Mistis di Balik Tari Kecak Khas Bali | Breaktime
Kisah di balik tari Kecak

Tari Kecak dilakukan oleh puluhan penari pria yang duduk berbaris melingkar dan diiringi oleh seruan “cak cak” yang diucapkan oleh seluruh penari. Seruan itu membuat sebuah irama dan para penari mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat sekumpulan kera membantu Rama melawan Rahwana karena Rahwana telah menculik Shinta.

Selain penari-penari pria yang berbaris melingkar, juga ada penari lain yang berada di tengah-tengah memerankan tokoh Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa. Selain keindahan kisah dan gerakan tariannya, tari Kecak juga merupakan media komunikasi antara para penari dengan Tuhan atau roh para leluhur. Penari yang kerasukan roh akan menyampaikan pesan dari para dewa atau leluhur kepada masyarakat.

Ketika berkunjung ke Bali, B’timers dapat menyaksikan tarian ini di Uluwatu. Tari Kecak di Uluwatu akan menambah kesan magis karena dilakukan pada pukul 18.00 WITA. Selain berfungsi sebagai sarana berkomunikasi dengan Dewa dan roh para leluhur, tari Kecak sekarang juga menjadi salah satu hiburan dan pelestarian kesenian tradisional Bali. (vpd)

Share This Article