Kisah Ekstrim 3 Traveler Selamat Dari Maut | Breaktime
Kisah Ekstrim 3 Traveler Selamat Dari Maut
04.01.2017

Terkadang tak selamanya traveling selalu memberikan kisah bahagia. Seperti beberapa traveler ini yang justru harus berhadapan dengan maut saat sedang ingin bersenang-senang dan menikmati alam. Tetapi Tuhan memang baik karena mereka selamat dari maut. Bagaimana kisahnya?

Breaktime akan mengawali dengan kisah Pemba yang merupakan seorang Sherpa. Pada tanggal 18 April 2014, ia memutuskan untuk terakhir menjadi seorang pemandu, pembimbing, pelindung, dan asisten pribadi untuk para pendaki yang ingin menaklukan puncak Everest.

Kisah Ekstrim 3 Traveler Selamat Dari Maut | Breaktime
Pemba Sherpa yang selamat dari bongkahan es

Saat itu ia menemani seorang pria Alaska berusia 40 tahun. Saat sampai di Football Field, tiba-tiba mereka mendengar suara gemuruh dan hembusan angin. Benar saja balok-balok es sebesar gedung mulai berjatuhan. Pemba mulai berlari dan mengangkat carriernya untuk melindungi tubuh. Sekejap yang ia rasakan adalah dunia tampak gelap. Ia tertimbun es, tetapi tak lama kemudian Sherpa lain bangun dalam keadaan yang juga tertimbun, lalu mereka mulai menyisir bongkahan es dan selamat.

Berbeda dengan Steven Callahan yang punya kisah tak kalah mengerikan. Ia pernah merasakan hidup terombang-ambing di atas Samudra Atlantik selama 76 hari. Berawal dari tenggelamnya kapal buatannya sendiri yang bertabrakan dengan ikan paus di lepas pantai Spanyol.

Kisah Ekstrim 3 Traveler Selamat Dari Maut | Breaktime
Keadaan Steven setelah terdampar dan keadaannya sekarang

Ia bertahan hanya dengan makanan yang ada di kapal penyelamat. Setelah makanan habis, ia pun menangkap ikan dan menawarkan air laut dengan peralatan seadanya. Hingga akhirnya ia ditemukan oleh seorang nelayan di kepulauan Karibia dengan kondisi yang memprihatinkan.

Kisah Aron Ralston mungkin yang paling banyak diketahui. Kisahnya sempat difilmkan dengan judul 127 Hours. Pada tahun 2003, Aron mengeksplorasi Blue John Canyon di Utah dan ia tidak memberitahu siapa pun kemana akan pergi. Saat ia mendaki sebuat batu dengan berat 800 pound, ia terjatuh dan batu tersebut mengapit tangan kanannya.

Kisah Ekstrim 3 Traveler Selamat Dari Maut | Breaktime
Kegiatannya masih sama meski hanya punya satu tangan

Aron hanya bertahan dengan persediaan air yang tersisa dan terus mencoba memindahkan lengannya. Aron tak ingin mati di sana dan ia pun memutuskan untuk memotong lengannya dengan pisau tumpul. Ia merekam segala aktivitasnya dan keadaannya yang dehidrasi, mengigau, putus asa. Akhirnya ia berhasil mematahkan dan memutus tangannya sendiri dan merangkak menuju ke permukaan tebing. Lalu diselamatkan oleh keluarga yang juga sedang mendaki.

Wah, ngeri ya perjalanan tiga traveler tersebut. Mereka mampu selamat dari maut dengan cara-cara yang ekstrim. Inspiring! (vpd)



artikel kompilasi
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE