Kenalan dengan Bahasa Walikan Malang, Yuk! | Breaktime
Kenalan dengan Bahasa Walikan Malang, Yuk!
10.06.2016

B’timers pernah ke Malang atau tinggal beberapa lama di sana? Jika iya, B’timers tentu tahu salah satu keunikan Malang yang tidak dimiliki oleh tempat-tempat lain. Yups, bahasa walikan. Walikan, adalah bahasa Jawa yang artinya “dibalik”. Bukan dibalik secara makna kata, namun susunan huruf maupun silabnya.

Sejarah bahasa walikan Malang

Belum jelas bagaimana awal mula bahasa walikan ini akhirnya menjadi identitas yang melekat pada diri orang-orang Malang. Namun, banyak sumber mengatakan bahwa bahasa walikan ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Dulu, Malang adalah salah satu medan perang paling sengit saat Indonesia berjuang meraih kemerdekaan. Demi gerilya berjalan mulus, orang-orang dan para pejuang Malang memutar otak agar komunikasinya tidak dimengerti oleh musuh. Alhasil, lahirlah bahasa unik yang dianggap keren oleh orang-orang non-Malang ini.

Kenalan dengan Bahasa Walikan Malang, Yuk! | Breaktime
Sudah ada sejak zaman penjajahan

Struktur atau formula pembentukan bahasa walikan

Tidak ada struktur pasti bagaimana sebuah kata bisa dibalik menjadi bahasa walikan. Mudahnya, warga Malang menciptakan kata walikan dengan membaca sebuah kata dari belakang. Misalnya, saya menjadi ayas, kamu menjadi umak, tidak menjadi kadit, iyo (iya) menjadi oyi, wedok (wanita) menjadi kodew, makan menjadi nakam dan lain sebagainya.

Namun, tidak semua kata bisa dibaca secara terbalik, kan? Nah, jika menemui kata semacam itu, warga Malang menyesuaikan walikan berdasarkan pembalikan huruf dan juga silab atau suku kata serta berdasarkan kreatifitas. Contohnya, kata walikan menjadi kiwalan kerja ada yang menyebutnya ojrek (kerjo) atau idrek, orang menjadi genaro, polisi menjadi silup, tembok menjadi kombet, bengi (malam) menjadi ingeb dan lain-lain.

Kenalan dengan Bahasa Walikan Malang, Yuk! | Breaktime
Salah satu contoh bahasa walikan

Seperti yang bisa dilihat di atas, bahasa walikan  membalik kata apa saja yang bisa dibalik, baik itu dari bahasa Jawa maupun bahasa Indonesia. Oh ya, B’timers, belakangan ini Kera Ngalam (Arek/Anak Malang) sukses membuat trade make baru bahasa mereka hingga terkenal ke seluruh pelosok negeri karena membalik kata dalam bahasa Inggris. Apa itu?

Woles, semua orang pasti sering menggunakan kata ini, kan? Benar, sekali, woles atau bahasa walikan dari kata slow, yang bisa diartikan sebagai santai atau tenang. Well, begitu kuatnya ya, pengaruh bahasa walikan terhadap anak-anak Malang dan siapapun yang mencintai Malang. Meski bukan bahasa resmi, namun bahasa ini adalah kebanggaan yang tak akan pernah pudar. (nap)

Share This Article