Kekuatan Gaib Menarik Soekarno Melahirkan Pancasila | Breaktime
Kekuatan Gaib Menarik Soekarno Melahirkan Pancasila
01.06.2017

Tepat hari ini warga Indonesia memperingati Hari Kelahiran Pancasila. Jelas ada sejarah panjang di balik lahirnya Dasar Negara Indonesia yang hingga saat ini menjadi pedoman masyarakat dalam berbangsa. Ketika melihat kilas balik bagaimana Pancasila lahir, B’timers akan dikejutkan oleh banyak hal tak terduga.

Pada 1 Juni 1945, Bung Karno menyampaikan pidato dalam rapat besar Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Bung Karno menyerukan pada rakyatnya kala itu bahwa Indonesia membutuhkan dasar negara yang akan menjadi pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Wisata Kota Blitar, Tanah Kelahiran Bung Karno

Tentu buah pemikiran presiden pertama Indonesia ini tidak semata-mata muncul begitu saja. Pancasila lahir dari hasil perenungan sang dictator selama empat tahun diasingkan ke Ende, Nusa Tenggara Timur. Bung Karno tidak sendirian, ia bersama dengan sang istri, Inggit Garnasih, ibu mertua, dan anak angkatnya tiba di rumah tahanan Kampung Ambugaga, Ende tepat pada 14 Januari 1934.

Hal tersebut sengaja dilakukan Belanda untuk memutus hubungan Soekarno dengan pada loyalisnya. Bung Karno hidup sangat sederhana di Ende. Ia hidup tanpa hiruk pikuk politik seperti di Batavia. Hal itu jugalah yang membuat Soekarno jadi lebih banyak berpikir. Ia belajar lebih banyak dan lebih jauh tentang agama Islam yang dianutnya. Bahkan ia juga belajar banyak tentang pluralisme.

Seperti yang dikutip dari buku Bung Karno dan Pancasila, Ilham dari Flores untuk Nusantara, Soekarno memilih untuk berkebun dan membaca selama menjalani hidup di Ende. Jiwa seninya pun juga kembali tumbuh karena memang tidak banyak yang bisa ia lakukan di sana. Pada intinya, saat itulah Bung Karno menjadi pribadi yang lebih religius dan mampu memaknai keberagaman lebih dalam.

Di bawah pohon sukun yang menghadap langsung ke Pantai Ende jadi tempat favoritnya untuk melakukan banyak hal. Hanya berjarak 700 meter dari kediamannya di Ende. Ia selalu pergi sendiri setiap Jumat malam untuk merenungkan banyak hal di bawah pohon sukun.

Kekuatan Gaib Menarik Soekarno Melahirkan Pancasila | Breaktime
Rumah pengasingan Bung Karno di Ende
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Kenang Sosok Soekarno di Museum dan Makamnya

Ternyata Bung Karno punya cerita sendiri tentang renungan-renungannya di bawah pohon sukun hingga terlintas pikiran tentang isi dasar negara kita sekarang ini.

Suatu kekuatan gaib menyeretku ke tempat itu hari demi hari... Di sana, dengan pemandangan laut lepas tiada yang menghalangi, dengan langit biru yang tak ada batasnya dan mega putih yang menggelembung, di sanalah aku duduk termenung berjam-jam. Aku memandangi samudera bergolak dengan hempasan gelombangnya yang besar memukuli pantai dengan pukulan berirama. Dan kupikir-pikir bagaimana laut bisa bergerak tak henti-hentinya. Pasang surut, namun ia tetap menggelora secara abadi. Keadaan ini sama dengan revolusi kami, kupikir. Revolusi kami tidak mempunyai titik batasnya. Revolusi kami, seperti juga samudra luas, adalah hasil ciptaan Tuhan, satu-satunya Maha Penyebab dan Maha Pencipta. Dan aku tahu di waktu itu bahwa semua ciptaan dari Yang Maha Esa, termasuk diriku sendiri dan tanah airku, berada di bawah aturan hukum dari Yang Maha Ada."

Kini kondisi rumah pengasingan Soekarno di Ende masih terawat. Saat Anda mengunjungi Ende, pergilah untuk merasakan bagaimana menjadi seorang yang terasing intelektualitasnya hingga mematikan jiwa aktivis populer sekelas Soekarno. Rumah yang ditinggali oleh Soekarno dan keluarga kecilnya sejak 1934 – 1938 dulu adalah tempat dimana tak seorangpun mengenalnya.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Sosok Belanda Di Balik Cantiknya Kebun Raya Bogor

Anda bisa melihat kursi yang selalu dibuat duduk oleh Soekarno, sumur yang dipakainya untuk mandi, dan naskah-naskah yang tersimpan di balik kaca lemari. Bahkan jika Anda ingin melihat saksi bisu lahirnya Pancasila, yaitu pohon sukun di depan Pantai Ende juga masih ada. Pohon sukun aslinya memang sudah mati sekitar tahun 70an, tapi kini telah ditanami pohon sukun yang baru untuk menjaga sejarah perjuangan Soekarno dan penemuan pembebasan jiwanya yang sempat terasing.

Selamat Hari Lahir Pancasila! Tetaplah berpedoman pada dasar negara  untuk meneruskan perjuangan dan cita-cita Bung Karno yang ingin memajukan Indonesia dalam balutan perbedaan yang indah. (vpd)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE