Karnaval Sipasan, Wujud Aneka Budaya dari Padang | Breaktime
Karnaval Sipasan, Wujud Aneka Budaya dari Padang
22.09.2016

Apa, sih itu Sipasan, B’timers? Karnaval yang digelar rutin setiap tahun di Kota Padang ini merupakan salah satu bentuk dari budaya yang multikultural yang ada di Padang. Keseruan dari festival budaya ini bahkan sempat meraih rekor Indonesia hingga dunia, lho. Nah, penasaran, kan, seperti apa Karnaval Sipasan yang ada di Padang ini, B’timers?

Karnaval Sipasan, Wujud Aneka Budaya dari Padang | Breaktime
Anak-anak diarak dalam Karnaval Sipasan

Festival budaya multikultural di Padang

Digelar dalam rangka merayakan Cap Go Meh, warga Tionghoa yang tinggal di Pandang memiliki festival seru yang unik, B’timers. Namanya adalah Sipasan. Arti dari kata sipasan sendiri adalah lipan. Nah, dari karnaval yang digelar ini, Anda akan menyaksikan betapa budaya berbeda bisa bersatu dengan penuh kemeriahan.

Karnaval budaya yang satu ini selalu dilepas di Bawah Jembatan Siti Nurbaya. Etnis Minang serta etnis Tionghoa, keduanya sama-sama turun memenuhi jalanan, B’timers. Yang unik dari Sipasan Padang adalah, karnaval ini pernah meraih 3 rekor Muri atau Musium Rekor Indonesia serta rekor dunia dari Book World Record, lho. Wow! Cukup mengejutkan, ya, B’timers!

Karnaval Sipasan, Wujud Aneka Budaya dari Padang | Breaktime
Anda juga akan disuguhi aksi mendebarkan Barongsai

Kedua budaya ditampilkan dengan menarik

Festival budaya yang menarik banyak wisatawan untuk datang ini menampilkan berbagai arakan budaya yang ada. Mulai dari naga, singa utara, wushu, kio, gambang, sipasan, kuda api-api bugi, perangkat kebudayaan hingga barongsai. Tak hanya itu, B’timers. Saat festival, Anda bisa menyaksikan prosesi perkawinan Minangkabau, Tionghoa, karnaval busana Tionghoa masa lalu hingga budaya Mentawai, lho.

Yang menarik, meskipun digelar oleh etnis keturunan Tionghoa, ternyata festival budaya ini tidak bisa Anda temukan di China, B’timers. Nah, tak salah, kan, jika Sipasan Padang sanggup menarik banyak turis untuk datang menyaksikan pagelaran budaya yang berbeda, B’timers? (NO)

Share This Article