Joko Kendil Ternyata Seorang Ksatria Gagah | Breaktime
Joko Kendil Ternyata Seorang Ksatria Gagah
25.11.2016

Hai, B’timers! Kali ini Breaktime akan memberikan sebuah dongeng atau cerita rakyat tentang Joko Kendil. Apakaha di antara B’timers ada yang tahu atau masih ingat dengan sebuah cerita dari Jawa ini? Nah, sekarang akan diingatkan tentang kisah Joko Kendil dari Jawa. Simak, yuk!

Kisah Joko Kendil dan Tiga Putri Raja

Jaman dahulu, hidup seorang janda tua dengan seorang anaknya yang memiliki fisik buruk rupa. Namanya Joko Kendil, disebut seperti ini karena tubuhnya mirip dengan periuk. Namun, sang ibu sangat menyayanginya dan menuruti segala kemauannya.

Joko tumbuh menjadi anak yang bahagia, jenaka, dan nakal. Tubuhnya tak berubah ketika Joko tumbuh semakin dewasa. Suatu hari ia meminta pada sang ibu untuk dicarikan seorang istri. Namun sang ibu berkata.

“Ingatlah, nak kita ini orang miskin dank au harus menyadari bagaimana bentuk tubuhmu.”

“Taka pa, bu. Percayalah bahwa semua akan baik-baik saja. Aku ingin sekali ibu melamar anak Raja sebagai calon istriku,” kata Joko Kendil.

Sang ibu pun menuruti dan menghadap pada Raja. Sang Raja punya tiga putrid yang cantik. Saat sang ibu mengungkapkan keinginan anaknya, ternyata sang Raja tidak marah. Justru Raja melanjutkan lamaran itu. Tiga putrinya dipertemukan oleh Joko Kendil.

Joko Kendil Ternyata Seorang Ksatria Gagah | Breaktime
Cerita rakyat Joko Kendil bawa Anda kembali ke masa kecil

Putri sulung berkata, “Aku tak sudi, Ayahanda. Aku bermimpi memiliki suami yang kaya.”

Putri kedua pun menjawab, “Aku pun demikian, karena Aku ingin dipersunting oleh seorang Raja seperti Ayahanda.”

Putri bungsulah yang bersedia menerima lamaran Joko Kendil. Suatu hari, sang Raja mengadakan adu ketangkasan, namun Joko Kendil beralasan sedang tidak enak badan. Saat acar adu ketangkasan dimulai, datang seorang ksatria gagah. Putri sulung dan putri kedua Raja sangat senang.

Sedangkan, putri bungsu menangis dan berlari ke kamar. Ia melihat sebuah kendi dan membantingnya hingga berkeping-keping. Sang Ksatria menghampiri putrid bungsu dan berkata,

“Ada apa istriku? Mengapa kau menangis?”

Putri bungsu pun kaget mendengarnya. Kemudian sang Ksatria menjelaskan semuanya.

“Selama ini Aku menggunakan pakaian berbentuk kendi dan jika ada seorang perempuan yang mau menjadi istriku, maka Aku akan berubah menjadi seperti semula.”

Begitu tahu bahwa Ksatria tersebut adalah Joko Kendil, putri sulung dan putri kedua Raja sangat menyesal. Sedangkan putri bungsu dan Joko Kendil hidup bahagia selamanya. (vpd) 



artikel kompilasi
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE