Jelajah Pulau Seribu Bukit, Sumba Dari Barat ke Timur | Breaktime
Jelajah Pulau Seribu Bukit, Sumba Dari Barat ke Timur
02.09.2015

Wilayah Nusa Tenggara Timur dengan pulau-pulau di kawasan Lesser Sunda dikenal memiliki landscape yang masih alami. Tak terkecuali Pulau Sumba, yang terletak di selatan Laut Flores dan di sebelah barat Pulau Timor.

Sudah lama saya merencanakan perjalanan ke Pulau Sumba yang pamornya mulai terangkat pasca penayangan film Pendekar Tongkat Emas akhir tahun 2014 lalu. Pulau ini punya banyak destinasi eksotik yang masih alami dan relatif belum banyak tersentuh komersialisasi dan industri wisata.

Untuk terbang ke Sumba, ada dua bandara yang bisa dituju, Tambolaka di Sumba Barat Daya dan Waingapu di Sumba Timur. Dari Jakarta atau Surabaya, kedua bandara ini bisa ditempuh lewat rute transit Denpasar. Saya memilih untuk mengambil start dari Bandara Tambolaka karena ingin mengeksplore Pulau Sumba secara berurutan, dari bagian barat menuju ke bagian timur.

Jelajah Pulau Seribu Bukit, Sumba Dari Barat ke Timur | Breaktime
Bandara Tambolaka di Sumba Barat Daya

Tambolaka yang merupakan ibukota Kabupaten Sumba Barat Daya memang tak seramai Waingapu. Namun di kota ini sudah terdapat beberapa penginapan dan hotel yang letaknya hanya sekitar sepuluh menit naik mobil dari bandara. Beberapa warung makan juga buka dari siang sampai malam, sehingga kita bisa memulihkan tenaga sebelum memulai perjalanan menjelajah Sumba.

Tapi karena saya tiba di Tambolaka tepat tengah hari, masih ada banyak waktu untuk jalan-jalan. Tempat pertama yang saya tuju adalah Desa Adat Rotenggaro. Ini merupakan salah satu desa adat tertua di kawasan barat Sumba, terlihat dengan struktur bangunan dan beberapa batu kubur bergaya Megalitikum.

Tak jauh dari Rotenggaro kita bisa melepas lelah dan bersantai sambil menunggu sunset di Pantai Pero. Pantai ini juga terkenal di kalangan para surfer karena ombaknya yang cukup besar dan cocok untuk bermain surfing. Menikmati sunset pantai Pero bersama anak-anak desa nelayan membuat kita merasakan damainya alam Sumba.

Baca Juga : Jelajah Ujung Barat Nusantara Di Tugu Nol Kilometer

Jelajah Pulau Seribu Bukit, Sumba Dari Barat ke Timur | Breaktime
Berenang di Beningnya Air Payau Danau Weekuri di Sumba Barat Daya

Untuk menuju Rotenggaro dan Pantai Pero, kita bisa menggunakan minibus umum yang berangkat dari Tambolaka dengan lama perjalanan kurang lebih 45 menit. Tapi bila ingin nyaman atau pergi dengan rombongan, sebaiknya sewa mobil serta driver yang akan memandu kita, dari hotel tempat menginap di Tambolaka.

Hari kedua di Pulau Sumba, pagi-pagi sekali saya sudah berangkat menuju Danau Weekuri. Lokasinya cukup terpencil, menuju arah selatan dari Tambolaka. Karena tak banyak petunjuk jalan menuju tempat ini, sebaiknya kita ditemani driver atau guide yang sudah paham lokasi danau ini.

Jelajah Pulau Seribu Bukit, Sumba Dari Barat ke Timur | Breaktime
Pemandangan dari atas bukit karang Pantai Mandorak

Danau Weekuri merupakan danau air payau berbentuk lagoon yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Tebing karang setinggi 30 meter menjadi dinding alami yang memisah ombak besar di laut lepas dengan tenang dan beningnya air payau di Danau Weekuri. Pengunjung bisa berenang di danau ini. Karena sifat airnya yang asin, mereka yang tak bisa berenang pun bisa mengambang di danau ini.

Setelah puas berenang di Danau Weekuri, ada satu tempat lagi yang bisa kita singgahi di kawasan ini yaitu Pantai Mandorak. Pantai ini jaraknya hanya sekitar 2 kilometer dari Danau Weekuri. Garis pantainya tidak panjang, ombaknya cukup besar, namun pemandangan dari atas bebatuan karang di pantai ini cukup indah, dengan latar belakang beberapa bangunan khas Sumba.

Baca Juga : Destinasi Wisata Bertema 'Jelajah Peninggalan Kolonial'

Jelajah Pulau Seribu Bukit, Sumba Dari Barat ke Timur | Breaktime
Pantai Buana di Sumba Barat dengan ciri khas lubang besar di batu karang

Karena masih ada waktu setengah hari, saya melanjutkan perjalanan ke Bukit Maladong. Lokasi ini berbentuk bukit yang menjorok ke lautan dengan pemandangan laut lepas dan debur ombak yang menawan. Di sebelah barat Bukit Maladong kita bisa menuju Pantai Buana, pantai yang identik dengan karang besar berbentuk "batu bolong" dan menjadi spot favorit traveler untuk menikmati sunset.

Malam kedua di Sumba, saya menginap di ibukota Kabupaten Sumba Barat, Waikabubak. Jarak dari Tambolaka ke Waikabubak sekitar 45 menit sampai satu jam perjalanan. Dari Waikabubak ini perjalanan pagi di hari ketiga berlanjut menuju Air Terjun Lapopu, sebuah air terjun yang masih alami dan disebut-sebut sebagai Niagara Dari Timur.

Dari air terjun ini saya melanjutkan perjalanan menuju Sumba Timur dan melewati sebuah bukit yang terkenal, yaitu Bukit Wairinding. Lokasi ini cukup populer di kalangan traveler karena menjadi salah satu lokasi syuting film Pendekar Tongkat Emas.

Jelajah Pulau Seribu Bukit, Sumba Dari Barat ke Timur | Breaktime
Air terjun Lapopu di Sumba Barat

Bila ingin mengejar sunset, sebaiknya kita tidak perlu berlama-lama di Bukit Wairinding karena harus melanjutkan perjalanan menuju Waingapu. Dua spot sunset yang cukup terkenal di sekitar Waingapu adalah Pantai Purukambera dan Pantai Walakiri. Purukambera terkenal dengan bukit savana dan garis pantainya yang panjang, sementara Walakiri memiliki spot sunset berupa pepohonan mangrove di sekitar pantai.

Kota Waingapu sendiri merupakan kawasan paling ramai dan relatif paling lengkap fasilitasnya di Pulau Sumba. Berbagai pilihan menu seafood juga bisa kita temukan di kawasan pelabuhan ibukota Kabupaten Sumba Timur ini. Hotel dan penginapan hingga toko oleh-oleh bagi yang ingin membawa kenang-kenangan dari Sumba juga bisa kita dapatkan di Waingapu.

Perjalanan saya menjelajah Pulau Sumba berakhir pada hari keempat di Waingapu. Pada siang hari, terdapat dua penerbangan menuju Denpasar dari Bandara Waingapu. Tapi sebelum menuju bandara, saya masih sempat mengunjungi Desa Adat Priliu, yang terkenal dengan kain tenun khas Sumba. Di desa ini, kita juga bisa loh mencoba pakaian adat ala pangeran Sumba.

Jelajah Pulau Seribu Bukit, Sumba Dari Barat ke Timur | Breaktime
Landscape sunset di Pantai Walakiri dengan siluet mangrove

Keindahan alam Sumba yang masih alami, keramahan masyarakat desa adat, dan lezatnya seafood di Waingapu membuat saya berharap kelak bisa kembali lagi untuk mengeksplore lebih jauh Pulau Seribu Bukit ini.

Baca Juga: Cek Tips Memilih Backpack Ini

Tips Traveling ke Sumba:

  • Beberapa destinasi di Sumba tidak bisa dijangkau dengan kendaraan umum. Sewa mobil plus driver atau guide lokal menjadi pilihan terbaik agar perjalanan lebih nyaman dan tenang.
  • Tak ada salahnya membawa beberapa permen atau buku-buku bacaan untuk adik-adik di desa adat yang dikunjungi selama di Sumba.
  • Bawa uang tunai dalam jumlah cukup karena tidak semua destinasi terdapat fasilitas ATM. Beberapa kawasan wisata di Sumba juga masih dikelola oleh masyarakat setempat. Sediakan uang tunai sebagai donasi karena belum ada karcis masuk seperti di taman nasional.
  • Cuaca di Sumba pada musim kemarau sangat terik dan kering. Topi, sunglasses, dan sunblock adalah tiga hal wajib untuk dibawa agar perjalanan tetap nyaman.

Share This Article