Jelajah Batas Selatan Nusantara di Pulau Ndana | Breaktime
Jelajah Batas Selatan Nusantara di Pulau Ndana
28.11.2017

Traveling ke pulau-pulau kecil di batas Nusantara selalu memberi kesan tersendiri, tak terkecuali Pulau Ndana, pulau paling selatan dari 17 ribu lebih pulau di Indonesia. Pulau ini masuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Setelah melakukan penerbangan dari Bandara El Tari Kupang menuju Bandara Saundale di Rote, Saya menempuh perjalanan darat kurang lebih dua jam menuju Nembrala di kawasan selatan Pulau Rote.

Nembrala merupakan kawasan wisata dengan banyak pilihan penginapan, mulai homestay hingga resort. Turis asing penggemar surfing banyak yang menginap di kawasan ini untuk berburu ombak di Pantai Nembrala dan Pantai Bo'a. Tak jarang, kompetisi surfing internasional digelar di Nembrala dan Bo'a.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Sejarah Pulau Wakatobi Menambah Keindahannya

Dari penginapan di Pantai Nembrala ini pula saya menyewa perahu motor nelayan untuk menyeberang ke Pulau Ndana. Penyeberangan menuju pulau terluar di bagian selatan Indonesia ini perlu waktu kurang lebih dua jam, tergantung kondisi ombak dari lautan lepas Samudera Hindia.

Jelajah Batas Selatan Nusantara di Pulau Ndana | Breaktime
Papan nama saat memasuki area pos TNI di Pulau Ndana

Sekitar pukul 11.00, perahu saya merapat di Pulau Ndana. Hamparan pantai yang landai dengan pasir putih memanjang dan air laut jernih berwarna biru toska menyambut perahu yang datang di pulau ini. Dari kejauhan, tampak bendera merah putih di Pos TNI Pulau Ndana.

Pulau yang luasnya kurang lebih 14 kilometer persegi ini hanya dihuni oleh penjaga perbatasan dari satuan Marinir AL dan TNI AD, tidak ada penduduk lokal yang menetap. Wisatawan yang datang ke Pulau Ndana harus mengisi buku tamu dan melaporkan kegiatan mereka ke pos jaga ini. Jangan khawatir, bapak-bapak TNI di sini sangat ramah, mereka juga bercerita tentang kehidupan sehari-hari menjaga pulau terluar di bagian selatan Nusantara ini.

Jelajah Batas Selatan Nusantara di Pulau Ndana | Breaktime
Monumen Jenderal Sudirman di bagian selatan Pulau Ndana
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Liburan Ke Rote, Kunjungi 10 Destinasi Cantik Ini

Sekitar satu kilometer dari pos jaga dan barak TNI, terlihat patung Jenderal Sudirman yang berdiri tegap dan kokoh di bagian selatan pulau. Monumen ini sebagai simbol penjaga perbatasan dan keutuhan NKRI. Padang rumput yang kering dan terik mewarnai perjalanan dari pos TNI menuju Monumen Jenderal Sudirman di Pulau Ndana.

Selain pos jaga TNI dan monumen Jenderal Sudirman, wisatawan juga bisa menuju Danau Merah yang lokasinya berjarak sekitar lima kilometer ke tengah pulau. Untuk menuju danau ini, anggota TNI akan memandu wisatawan dengan menggunakan motor roda tiga. Kendaraan ini juga digunakan oleh anggota TNI untuk melakukan patroli rutin di pulau. Satu motor bisa memuat lima sampai enam orang.

Jelajah Batas Selatan Nusantara di Pulau Ndana | Breaktime
Danau Merah yang terletak di tengah pulau Ndana

Setelah melewati jalanan yang berpasir, berbatu, dan semak belukar, akhirnya kami sampai di Danau Merah. Sesuai namanya, air payau di danau ini berwarna coklat kemerahan. Menurut legenda masyarakat Rote, warna merah di danau ini berasal dari darah korban peperangan pada masa kerajaan ratusan tahun yang lalu. Hiii serem juga ya...

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Matsusaka : Wilayah Paling Tenang Di Jepang

Sekitar jam 3 sore, kami kembali menuju Pos TNI melalui jalur yang sama pada saat berangkat. Sepanjang jalan, tampak padang rumput dengan latar belakang lautan biru di bibir pantai Pulau Ndana. Tampak juga Pulau Penyu dan Pulau Rote dari kejauhan. Saya sengaja kembali sebelum gelap karena antisipasi ombak laut yang makin besar pada sore hari.

Pulau Ndana yang berada di batas selatan Nusantara pantas masuk dalam bucketlist buat kalian yang gemar menjelajah keindahan pelosok negeri ini.



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE