Jejak Yang Hilang Wisata Sejarah Candi Majapahit | Breaktime
Jejak Yang Hilang Wisata Sejarah Candi Majapahit
16.11.2017

Kita semua tahu kalau Indonesia memiliki sejarah panjang untuk bisa berdiri seperti sekarang ini. Mungkin sejarah yang paling melekat di benak kita adalah masa penjajahan Belanda. Padahal sebelum Belanda tiba, Portugis dan Inggris sudah tiba lebih dulu di sini. Merampas kekayaan yang kita miliki. Di masa penjajahan Portugis dan Inggris, Indonesia masih diperintah oleh raja-raja. Salah satu kerajaan terbesar di Indonesia adalah Kerajaan Majapahit. Kerajaan ini menjadi yang paling banyak meninggalkan warisan-warisannya. Warisan terbesar Kerajaan Majapahit adalah candi. Di masa sekarang ini warisan tersebut jadi wisata sejarah candi Majapahit.

Candi peninggalan Majapahit hampir tersebar di seluruh Indonesia, namun yang paling banyak adalah di Pulau Jawa. Hampir di setiap kota bisa saja B’timers menemukan peninggalan sejarah Majapahit. Seperti yang ada di sebuah kota kecil di wilayah Jawa Timur, yaitu Probolinggo. Di kota ini ada satu candi peninggalan Majapahit, yaitu Candi Jabung. Lokasi tepatnya ada di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Destinasi ini tak pernah surut pengunjung hingga saat ini. Ada satu keunikannya yang paling menonjol. Apakah itu?

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Kisah Masa Lalu Candi Tertua Di Indonesia

Candi Jabung berbeda dengan candi lainnya secara fisik. Candi Jabung berwarna merah dan inilah yang membuat kawasannya tak pernah sepi pengunjung. Candi yang dibangun pada tahun 1354 Masehi ini tercantum dalam kitab Negara Kertagama. Dalam kitab tersebut tertulis bahwa Candi Jabung dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk pada 1359 Masehi. Beliau sampai di daerah Kalayu yang diperkirakan bahwa Kalayu adalah nama masa lampau Desa Jabung. Namun, menurut kitab Pararaton, candi ini dibangun sebagai tempat pemakaman Bhra Gundul yang merupakan salah seorang keluarga raja. Di kitab ini juga disebutkan bahwa di desa Sajabung terdapat bangunan suci yang bergelar abhiseka, yaitu Barajinaparamitapuri. 

Jejak Yang Hilang Wisata Sejarah Candi Majapahit | Breaktime
Wisata sejarah candi Majapahit di Probolinggo (kamerabudaya.com)
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Di Balik Kisah Heroik 10 November Surabaya

Situs ini terdiri dari dua bangunan, yaitu bangunan utama dan bangunan yang lebih kecil. Jika dilihat lebih dekat, yang membuat candi ini berwarna merah adalah materialnya yang berupa batu bata merah berkualitas tinggi. Tumpukan batu bata tersebut diukir dalam bentuk relief. Pesona lain wisata sejarah candi Majapahit ini adalah karakteristiknya yang bersifat agama Buddha dan Siwaistik.

Bagian tubuh candi utamanya berupa silinder dengan panjang 13,11 meter dan lebar 9,58 meter serta tinggi 15,58 meter. Di bagian atas terdapat relief Kala yang berbentuk kepala naga dan sulur-suluran. Ada empat relief Kala Naga. Sayangnya pada salah satu sisi hanya tinggal panil kosong dan kepala naga telah raib. Di tahun 1983 – 1987 pemerintah melakukan pemugaran, sekaligus menetapkannya sebagai cagar budaya.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Uniknya Kisah Sejarah Candi Majapahit

Jika B’timers semakin tertarik menelusuri jejak wisata sejarah candi Majapahit ini rencanakan perjalanan ke Probolinggo. Di kota kecil ini banyak, lho wisata menarik yang jarang terjamah. (vpd)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE