Sejarah Suku Betawi yang Tinggal di Ibukota | Breaktime
Intip Sedikit Sejarah Suku Betawi yang Tinggal di Ibukota
01.07.2016

Apa yang Anda tahu tentak kebudayaan Betawi, nih? Kerak telor khas yang rasanya unik atau ondel-ondelnya, B’timers? Nah, untuk saat ini, yuk, mengintip sedikit searah Suku Betawi yang ada di ibukota,. Hayo, Anda tahu tidak nih, asal mula dari suku ini? Jika harus membicarakan sejarah terbentuknya Suku Betawi, akan cukup panjang, lho.

Sejarah dan asal mula Suku Betawi

Well, sebenarnya orang Betawi sendiri tidak mengetahui legenda mengenai asal muasal diri mereka, B’timers. Namun di Desa Ciracas, Jakarta timur, ada sebuah kisah yang mengatakan bahwa orang Betawi yang merupakan keturunan pria Demak dengan wanita China. Menurut cerita tersebut, orang Betawi sudah ada jauh sebelum Gubernur Jenderal VOC Jan Pieterszoon Coen membumihanguskan Jayakarta pada tahun 1619. Reruntuhan kota Jayakarta kemudian berdiri sebuah kota yang diberi nama Batavia.

Sementara menurut ahli budaya Betawi, Ridwan Saidi, sejarah mengenai Suku Betawi dihubungkan dengan seorang tokoh bernama Aki Tirem yang hidup di daerah Kampung Warakas pada abad kedua. Aki Tirem hidup dari membuat periuk, namun rumahnya sering didatangi bajak laut yang merampok periuk buatannya. Takut kewalahan, maka dia pun mencari perlindungan dari Kerajaan Salakanagara.

Sejarah Suku Betawi yang Tinggal di Ibukota | Breaktime
Makanan khas Betawi yang selalu dicari ketika ke Jakarta

Kisah mengenai Salangkanagara

Mengenai letak Salanagara, Ridwan menunjuk ke daerah Condet. Menurutnya di kawasan tersebut terdapat makam kuno yang disebut masyarakat Kramat Growak dan makam Ki Balung Tunggal. Selain itu, mengenai perkembangan bahasa dan budaya Melayu agar mendapatkan perbedaan yang jelas antara orang Betawi dengan Sunda.

Tak hanya itu penelitian yang dilakukan untuk mengupas sejarah mengenai Suku Betawi, B’timers. Karena seorang warga asal Australia, Lance Castles mengungkapkan bahwa orang Betawi terbentuk pada sekitar pertengahan abad ke-19. Orang Betawi merupakan percampuran dari berbagai kelompok etnis yang menjadi budak di Batavia.

Dan Van der Aa memangang kemunculan orang Betawi dari segi bahasa. Dari hasil penelitiannya tampak bahasa pergaulan pada abad ke-18 adalah dialek Portugis, yang sudah tidak lagi dikenal di abad ke-19. Nah, sebagai gantinya muncullah bahasa Melayu Betawi. Menurutnya, orang-orang yang menggunakan bahasa inilah yang disebut sebagai orang Betawi.

Wow, ternyata Suku Betawi sudah ada sejak bangsa Portugis menduduki Indonesia, ya, B’timers? (NO)

Share This Article