Ini Bedanya Suku Baduy Dalam dan Baduy Luar | Breaktime
Ini Bedanya Suku Baduy Dalam dan Baduy Luar
18.08.2016

Beragam suku dan adat istiadat di Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Suku-suku di Indonesia masih sangat memegang teguh adat yang diturunkan oleh para leluhur mereka. Salah satunya adalah suku Baduy di provinsi Banten. Tahukah B’timers apa yang membuat suku Baduy menjadi salah satu suku di Indonesia yang masih memegang teguh adat istiadat para leluhur mereka?

Sebelum diberikan penjelasannya, ketahuilah bahwa kini suku Baduy terbagi menjadi dua, yaitu suku Baduy Dalam dan suku Baduy Luar. Kedua suku yang dulunya adalah suku Baduy ini memiliki perbedaan masing-masing. Ingin tahu perbedaannya? Ini dia ulasannya.

Suku Baduy Dalam

Ini Bedanya Suku Baduy Dalam dan Baduy Luar | Breaktime
Penduduk Suku Baduy Dalam

Suku Baduy merupakan suku yang hidup di pegunungan Kendeng, Kabupaten Lebak Banten. Suku ini hidup berdampingan dengan alam sekitar. Suku Baduy Dalam masih memegang teguh aturan adat warisan para leluhur.

Suku Baduy Dalam hidup terisolir di dalam hutan dengan sengaja. Mereka juga tidak menyekolahkan anak-anaknya, tidak menggunakan barang-barang elektronik, hidup tanpa saluran listrik, dan bahkan tidak menggunakan alas kaki. Suku Baduy Dalam membangun rumah dengan fondasi batu kali dan tidak menggunakan alat apapun.

Suku Baduy Luar

Ini Bedanya Suku Baduy Dalam dan Baduy Luar | Breaktime
Penduduk Suku Baduy Luar

Berbeda dengan suku Baduy Dalam, suku Baduy Luar hidup lebih modern. Mereka membawa anak mereka untuk bersekolah, menggunakan peralatan-peralatan modern, dan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik.

Mata pencaharian suku ini sama, yaitu bertani dan berladang. Yang membedakan adalah peralatan yang digunakan untuk bertani. Dalam membangun rumah pun suku Baduy Luar sudah menggunakan alat-alat modern.

Meskipun pola hidup mereka sudah berbeda, tetapi suku Baduy Dalam dan suku Baduy Luar tetap memegang kuat nilai luhur yang diturunkan sejak dulu hingga nanti. Hingga kini di Indonesia masih ada saja ya, masyarakat yang tidak terpengaruh dengan kemajuan teknologi. Keren! B’timers mau? (vpd)

Share This Article