Google Doodle: Mengulik Keunikan Festival Holi | Breaktime
Google Doodle: Mengulik Keunikan Festival Holi
24.03.2016

Spring is already here and so is Holi! Yups, Google Doodle hari ini merayakan Festival Musim Semi atau lebih akrab dengan sebutan Festival Holi, B’timers. Dan yang menarik, Holi adalah perayaan paling berwarna tidak hanya di India, namun juga di seluruh dunia.

Ini bukan sebatas permainan dengan bubuk warna-warni, ada harapan untuk persatuan, perdamaian serta cinta. Dan, berikut beberapa keunikan tentang Festival Holi yang harus Anda ketahui, B’timers.

  • Tidak ada tanggal pasti untuk Perayaan Holi

Seperti China, umat Hindu juga menggunakan kalender lunar. Jadi tidak heran jika tidak ada tanggal pasti untuk Perayaan Holi setiap tahunnya, B’timers. Pada kalender matahari, Holi biasanya jatuh pada bulan Maret, namun terkadang akhir Februari, atau setiap musim dingin berganti ke musim semi. Dan seperti perayaan keagamaan, Holi merupakan tanda kemenangan kebaikan atas kejahatan, serta sebagai ungkapan syukur berlalunya musim dingin.

  • “Let’s burn out the devil!”

Pernah ada raja setan bernama Hiranyakashyap, yang memerintah kerajaan bumi dengan keegoisannya agar menyembah hanya padanya. Sebaliknya Prahlad, anaknya menolak untuk menyembah sang ayah dan menjadi pemuja setia Tuhan Naarayana. Sempat terjadi konflik, namun kebaikan selalu menang atas kejahatan. Dan pesta besar pada malam sebelum Holi dengan api unggun, bertujuan untuk membakar setan pada agama Hindu.

Google Doodle: Mengulik Keunikan Festival Holi | Breaktime
Api unggun diandaikan sebagai setan yang harus dimusnahkan
  • Waktu untuk bubuk warna-warni

Keesokan harinya, saat Festival Holi semua peserta memiliki kebebasan untuk saling melemparkan bubuk berwarna atau air. Di taman, tempat-tempat umum, dan jalanan menjadi seperti pelangi, B’timers. Untuk  membuat perayaan semakin semarak, mereka sering mencampur ganja ke dalam minuman dan makanan. Lalu setelah kehebohan yang penuh warna, pada malam harinya mereka akan menghabiskan waktu bersama keluarga.

  • Menyebar hingga ke daerah Non-Hindu

Dilaporkan dari Inggris sampai Afrika Selatan, mulai dari Brazil hingga dataran Eropa, lebih dari puluhan ribu orang ikut dalam festival tersebut, lho, B’timers. Dan kenyataan bahwa Holi telah semakin mendunia, perayaan ini tidak lagi dilihat sebatas perayaan keagamaan saja. Melainkan lebih dianggap sebagai perayaan musim semi penuh cinta dan kehangatan atau permainan yang penuh warna, yang dapat diikuti semua orang.

Google Doodle: Mengulik Keunikan Festival Holi | Breaktime
Salah satu festival yang mendunia, Holi
  • Sayangnya, muncul kekhawatiran terhadap lingkungan

Semua warna yang ada memang tampak sangat menyenangkan. Namun sayangnya ada masalah terkait lingkungan dan kesehatan yang muncul karena Holi, B’timers. Dulu, masyarakat India menggunakan bahan tradisional untuk bubuk warna yang mereka gunakan, seperti dari kunyit, bubuk kayu cendana, ekstrak bunga dan daun, serta bahan organik lainnya. Kini, bubuk warna dibuat dari bahan sintetis dan cat, yang bisa menyebabkan keracunan serta iritasi mata.

Yang namanya perayaan, di manapun itu pasti yang ada hanya keceriaan, ya, B’timers? Anda tertarik menjadi peserta dan saling melempar bubuk warna? (NO)

Share This Article