Di Balik Pernikahan Hantu Keturunan China | Breaktime
Filosofi Di Balik Pernikahan Hantu Keturunan China
06.05.2017

Sebuah tradisi menjadi ciri khas setiap daerah. Kita tahu bahwa Ibu Pertiwi memiliki kebudayaan yang beragam. Bukan hanya di Indonesia, setiap negara di dunia jelas juga memiliki budaya dan tradisi yang berbeda. Tradisi di setiap negara juga merupakan turunan dari leluhur yang hidup di masa lalu. Ada yang masih menjaganya dengan baik, ada juga yang telah pudar dan tak dilakukan lagi. Kepunahan tradisi yang terjadi tak lain karena kemajuan jaman yang semakin susah untuk dibatasi.

Tapi tidak untuk masyarakat Tiongkok. Sama halnya dengan Indonesia, negeri China juga masih sangat memegang teguh tradisi leluhur mereka. Salah satunya adalah tentang pernikahan hantu. Kedengarannya memang cukup mistis, namun tradisi pernikahan hantu ini dipercaya telah dilakukan sejak 3000 tahun yang lalu. Tradisi ini dilakukan untuk memastikan bahwa mereka yang mati lajang tidak akan sendirian di alam baka.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Henan Jadi Saksi Perdaban China Kuno

Pernikahan hantu ini dulunya dilakukan oleh dua orang yang telah tiada. Jadi, ada satu orang yang masih hidup harus menikahkan dua orang yang telah meninggal. Sama halnya dengan pernikahan pada umumnya, pernikahan hantu ini juga menggunakan mahar seperti perhiasan, pelayan, dan rumah mewah. Hanya saja semua itu dalam bentuk kertas. Bahkan untuk faktor atau persyaratan pernikahan juga sama dengan pernikahan pada umumnya. Para keluarga akan menyewa ahli feng shui untuk menjadi mak comblang.

Saat upacara pernikahan digelar, biasanya akan ada batu nisan kedua mempelai dan perjamuan. Para pelaksana juga akan menggali tulang-tulang mempelai perempuan dan memindahkannya ke dalam kubur mempelai pria.

Hanya saja, tradisi ini semakin hari semakin mengalami perubahan di beberapa daerah di China. Misalnya ada seorang yang masih hidup menikah dengan mayat. Ada juga kasus-kasus pembongkaran kuburan. Bahkan yang lebih parahnya adalah kasus pembunuhan. Intinya, tradisi turun-temurun ini sudah disalahgunakan. Beberapa tahun ke belakang saja, banyak kasus yang tertangkap pihak kepolisian. Namun, tetap saja hal tersebut tidak berhenti.

Di Balik Pernikahan Hantu Keturunan China | Breaktime
Pernikahan hantu di China memiliki filosofi yang dalam
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Wow, Ada Mumi Buddha Berlapis Emas di China!

Lalu, apakah tujuan melakukan pernikahan hantu ini semata-mata hanya untuk membuat mayat seorang lajang tak lagi kesepian di alam baka? Tentu tidak. Ada alasan lain mengapa tradisi ini masih dilakukan. Pernikahan hantu dilakukan sebagai bentuk kompensasi emosional bagi keluarga yang ditinggalkan.

Ada banyak juga orang China yang percaya bahwa kesialan akan menimpa mereka, jika keinginan dari orang yang meninggal belum terpenuhi. Tradisi ini menjadi sarana untuk menentramkan jiwa orang yang meninggal.

Untuk perayaan tradisi pernikahan hantu ini pun berbeda di setiap daerahnya. Di beberapa kabupaten China, seperti Shanxi, pernikahan hantu dilakukan karena di sana memiliki angka kematian yang sangat tinggi, khususnya untuk pria lajang yang bekerja di batubara.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Fakta yang Perlu Diketahui Tentang Tembok China

Tak hanya di dataran China saja, tradisi ini ternyata juga masih hidup di lingkungan orang-orang China yang hidup di Asia Tenggara, misalnya saja di Taiwan. Di sana jika ada yang meninggal, maka keluarga akan meletakkan bungkusan merah berisi uang, rambut, dan kuku. Jika ada pria yang mengambil bungkusan, maka dialah yang terpilih sebagai pengantin.

Tradisi pernikahan hantu ini memang sudah menjadi keturunan leluhur China, tapi sebaiknya tidak untuk disalahgunakan, karena tak akan ada untungnya juga. Lestarikan budaya dengan cara yang baik dan benar. (vpd)



artikel kompilasi
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE