Festival Peh Cun, Saatnya Perahu Naga Meluncur | Breaktime
Festival Peh Cun, Saatnya Perahu Naga Meluncur
30.07.2016

Bagi kalangan Tionghoa – Indonesia, Peh Cun merupakan satu festival penting, B’timers. Peh Cun dalam dialek Hokkian mengacu pada kata yang berarti mendayung perahu. Well, meskipun saat ini perlombaan perahu naga tidak menjadi hal yang umum dilakukan, namun sebutan tradisi Peh Cun tetap dikenal oleh masyarakat luas. Hmm, sebenarnya seperti apa ya, cerita di balik Festival Peh Cun ini, B’timers?

Festival Peh Cun, Saatnya Perahu Naga Meluncur | Breaktime
Menegakkan telur merupakan bagian dari Peh Cun

Asal usul tradisi Peh Cun

Yang paling umum dalam festival Peh Cun adalah makan bakcang dan perlombaan dayung perahu naga. Dan ada dua versi cerita yang menjadi asal mula tradisi Peh Cun ini. Yang pertama adalah perayaan pada zaman Dinasti Qin dan Dinasti Han merupakan bentuk peringatan dan penghormatan pada leluhur, yang kemudian berkembang menjadi tradisi Peh Cun yang kita kenal saat ini.

Sementara legenda lainnya menceritakan seorang menteri negara Chu. Menteri ini sebenarnya memiliki sifat yang setia dan ingin memajukan negaranya. Sayang, dia mendapat kritikan. Karena tidak tahan, dia pun melakukan bunuh diri dengan melompat ke sungai. Meskipun rakyat mencari jenazahnya, tetap tak ditemukan. Mereka pun melemparkan makanan berupa nasi dan lainnya.

Festival Peh Cun, Saatnya Perahu Naga Meluncur | Breaktime
Bakcang, makanan khas saat Pek Cun

Kegiatan dan tradisi dalam Peh Cun

Yang paling dikenal ketika festival Peh Cun adalah lomba perahu naga. Uniknya perlombaan perahu ini tidak hanya diselenggarakan di Indonesia saja, B’timers. Selain itu ada pula tradisi makan bakcang yang secara resmi menjadi salah satu kegiatan Peh Cun sejak Dinasti Jin. Bentuk sajian tradisional Tiongkok ini bermacam-macam, B’timers. Isinya juga tidak hanya daging dan sayuran.

Peh Cun yang jatuh pada musim panas, membuat warga Tiongkok percaya untuk menggantungkan rumput Ai dan Changpu di depan rumah. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah datangnya penyakit. Dan bagi warga Tionghoa yang berasal dari Fujian, dan Taiwan, mereka biasa mandi di tengah hari ketika perayaan Peh Cun, untuk menyembuhkan penyakit.

Akulturasi budaya memang menarik, ya, B’timers. Perpaduan budaya Tiongkok dengan Indonesia di Festival Peh Cun ini begitu kental. (NO)

Share This Article