Fakta-Fakta Menarik Tentang Suku Mentawai | Breaktime

ARTIKEL TRAVEL

Barry Kusuma

"Travel and Photography" Inspiring Photos & Video through the Lens.

Fakta-Fakta Menarik Tentang Suku Mentawai
19.09.2016

Suku Mentawai  bisa disebut sebagai salah satu suku primitif yang ada di Indonesia, namun saat ini mereka sudah lebih terbuka dan mau bersosialisasi dengan masyarakat luar. Karena merupakan suku pedalaman, Suku Mentawai  banyak dijadikan sebagai bahan penelitian oleh banyak pihak, terutama untuk memahami bagaimana pola hidup dan pola interaksi dari suku di bagian barat Indonesia ini, B’timers.

Suku Mentawai merupakan penduduk asli dari kepulauan Mentawai, yaitu sebuah kepulauan besar di bagian barat pulau Sumatra. Kepulauan Mentawai  terdiri dari banyak pulau, namun memiliki 3 pulau utama yang banyak dihuni, yaitu Pulau Utara, Pulau Pagai Selatan, Pulau Siberut.  Total luas wilayah kepulauan ini adalah sekitar 4.000 km persegi, dengan jumlah penghuni sebanyak sekitar 29-30 ribu jiwa.

Suku tertua di Indonesia

Menariknya, Suku Mentawai  merupakan salah satu suku yang tertua di Indonesia. Nenek moyang dari Suku Mentawai  ini diketahui dan diyakini oleh para peneliti sudah mendiami lokasi kepulauan Mentawai  di barat Sumatra sejak tahun 500 SM.

Adat istiadat sangat kuat

Kebudayaan dan adat istiadat yang dimiliki oleh Suku Mentawai  sangatlah kuat. Bayangkan saja, suku ini sudah bertahan lama dan masih tetap terjaga hingga saat ini, di tengah arus modernisasi dan juga globalisasi yang sangat gencar terjadi, terutama di Indonesia.

Fakta-Fakta Menarik Tentang Suku Mentawai | Breaktime
Pakaian adat Suku Mentawai yang primitif

Agama dan kepercayaan sendiri

Meski banyak yang sudah memeluk agama Kristen dan Islam, suku Mentawai memiliki agama dan kepercayaan tersendiri bernama Sabulungan. Sabulungan merupakan agama atau kepercayaan yang sifatnya animisme, di mana seluruh benda yang ada memiliki roh dan jiwa.

Ketika roh tidak dapat dirawat dengan baik, maka roh akan bergentayangan dan menyebabkan kesialan serta menyebabkan munculnya penyakit. Karena itu, Suku Mentawai punya kepercayaan kuat terhadap benda -benda yang mereka anggap sakral.

Rumah adat yang khas

Suku Mentawai memiliki rumah adat dengan bentuk mirip seperti rumah adat Sumatra Barat, dengan desain rumah panggung berbahan kayu ataupun bambu. Suku Mentawai  sendiri punya 3 jenis rumah adat yang biasa digunakan.

Ketika jenis rumah tersebut adalah Uma, yaitu rumah yang berukuran besar, biasanya ditempati oleh 3 hingga 4 keluarga dalam satu rumah. Jenis rumah yang kedua adalah Lalep, yaitu jenis rumah yang berukuran lebih kecil, dan biasa ditempati oleh 1 keluarga saja di dalam rumah tersebut. Kemudian jenis rumah yang ketiga adalah jenis rumah bernama Rusuk. 

Fakta-Fakta Menarik Tentang Suku Mentawai | Breaktime
Hijaunya pedalaman tempat tinggal suku Mentawai

Makanan pokok

Suku Mentawai mengonsumsi sagu sebagai bahan makanan pokoknya. Sagu diolah oleh Suku Mentawai dengan cara dibakar, dan menjadi bahan makanan sehari-hari. Selain sagu, makan daging hewan juga merupakan kebiasaan dari Suku Mentawai. Babi hutan, ayam, dan juga kijang adalah jenis daging yang dikonsumsi oleh masyarakat Suku Mentawai, dan mereka dapatkan dengan cara berburu di sekitar lokasi tempat tinggal mereka.

Khas dengan tattoo-nya

Suku Mentawai dikenal dunia karena tattoo-nya, yang dianggap sebagai tattoo tertua di dunia. Bagi Suku Mentawai, Tattoo adalah sebuah identitas. Tattoo pada Suku Mentawai  menggambarkan keseimbangan antara penghuni hutan dengan alam, B’timers. Uniknya, bahan yang digunakan untuk memberikan tattoo adalah bahan bahan alami, seperti arang salah satunya.

Pada saat akan membuat tattoo, terlebih dahulu sang shaman alias para tetua suku akan mendoakan arang tersebut, barulah dipakai untuk membuat tattoo. Jadi, tattoo Suku Mentawai merupakan salah satu ritual adat yang sangat disakralkan, dan menjadi sebuah hal yang dijunjung tinggi di dalam lingkungan Suku Mentawai.

Wah, Indonesia itu sangat kaya akan budaya, bukan. Kehidupan suku Mentawai ini hanya secuil dari begitu banyaknya budaya Indonesia yang mungkin belum B’timers tahu. Dengan mengenal dan mempelajari lebih dekat, kebudayaan ini akan terus terjaga. (bk)

Share This Article