Di Balik Cerita Tradisi Berburu Paus di Lamalera | Breaktime
Di Balik Cerita Tradisi Berburu Paus di Lamalera
25.09.2016

Nah, dengan keberagaman budaya yang ada di Indonesia, tak mengherankan apabila setiap wilayahnya memiliki tradisi unik, B’timers. Untuk kali ini mampir ke perairan bagian Indonesia timur. Lebih tepatnya ke Flores, di mana ada satu tradisi yang sebenarnya terbilang cukup mengenaskan. Ya, berburu paus di sini masih diperbolehkan, lho. Yuk, intip cerita di balik tradisi berburu paus di Lamalera, Flores, B’timers!

Di Balik Cerita Tradisi Berburu Paus di Lamalera | Breaktime
Raksasa samudera, hasil tangkapan nelayan Lamalera

Tradisi berburu raksasa samudera yang ada di Lamalera

Di pantai selatan Pulau Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, ada tradisi yang hingga kini masih terus dibudayakan, B’timers. Dan Laut Sawu yang terbentang di hadapan Pulau Lembata ini meski tergolong ganas, namun masih bisa ditaklukan oleh para nelayan tangguh dari Lamalera, lho, B’timers. Sudah sejak dulu, masyarakat Lamalera terkenal dengan keberaniannya sebagai nelayan pemberani.

Well, bagi kebanyakan orang mungkin ketika mengetahui ada tradisi berburu paus, memikirkan alasan kenapa mereka tidak berburu ikan lainnya yang lebih kecil. Ya, berburu paus yang termasuk mamalia terbesar ini bukan hewan yang mudah untuk ditangkap, lho. Bahkan jika tidak memiliki keahlian yang tinggi, perburuan ini bisa menelan korban, B’timers. Tak terbayang bagaimana tangguhnya mereka, kan?

Di Balik Cerita Tradisi Berburu Paus di Lamalera | Breaktime
Cara berburu mereka masih sederhana, lho, B’timers

Tradisi masyarakat sebelum berangkat berburu paus

Sebenarnya tradisi berburu paus di Lamalera ini diadakan setiap bulan Mei hingga November, B’timers. Di bulan-bulan ini ada banyak paus yang melintasi wilayah perairan mereka. Dan tak hanya menangkap paus saja, ikan-ikan besar lainnya seperti lumba-lumba, hiu dan pari pun menjadi buruan para nelayan di Lamalera, lho. So, jangan terkejut jika Anda mendapati lumba-lumba yang ramah di dalam kapalnya.

Nah, sebelum mereka pergi melaut, biasanya akan digelar upacara adat untuk memohon berkah dari leluhur sekaligus mengenang para arwah yang gugur saat berburu paus. Jangan Anda kira mereka akan menggunakan alat-alat modern, ya. Mereka hanya menggunakan perahu layar yang dilengkapi dengan alat tikam atau tombak tangan. Wow!

Tertarik untuk menyaksikan langsung bagaimana masyarakat Lamalera berburu paus, B’timers? (NO)

Share This Article