Dengar kisah 4 Suku Terasing di Indonesia ini! | Breaktime
Dengar Kisah-kisah 4 Suku Terasing yang Ada di Indonesia ini
14.06.2016

Tersembunyi begitu banyak kekayaan alam di Indonesia. Dan tidak hanya alamnya saja, melainkan adat dan suku di negara kita sangat beragam, B’timers. Sementara ada kelompok masyarakat yang mengenal gaya hidup modern, ternyata di sisi lain masih cukup banyak suku terasing yang tak mengenal dunia luar, lho. Berikut kisah menarik dari 4 suku terasing di Indonesia, B’timers!

Dengar kisah 4 Suku Terasing di Indonesia ini! | Breaktime
Mereka sangat pemalu jika bertemu orang luar

Suku Kubu

Di Pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi Jambi yang sudah berkembang, masih ada masyarakat yang bahkan hidup jauh di rimba, B’timers. Lebih dikenal dengan nama Suku Anak Dalam, suku ini bahkan masih menganut hidup nomaden dengan kepercayaan yang bisa dikatakan masih sangat kuno. Mereka ternyata menyembah dewa atau roh dari para leluhur.

Suku Polahi

Yuk, bergeser ke Pulau Sulawesi, B’timers. Di Sulawesi Utara, ada satu suku terasing yang menghuni Hutan Boliyahato di Kota Gorontalo. Dan mereka menjadi dalah satu suku paling tertinggal yang ada di Indonesia. Selain memiliki pola hidup nomaden, mereka juga belum pernah bersentuhan dengan kehidupan luar, lho. Suku Polahi bukan merupakan suku yang percaya pada kekuatan Tuhan.

Dengar kisah 4 Suku Terasing di Indonesia ini! | Breaktime
Hitam-hitam adalah busana khas Suku Kajang

Suku Kajang

Jika bergerak ke Sulawesi Selatan, Anda akan menemui beberapa suku. Di antaranya ada yang membuka diri dengan kehidupan modern. Namun tidak demikian dengan Suku Kajang di Kabupaten Bulukumba. Selain terasing, suku ini merupakan salah satu suku yang ditakuti. Ini disebabkan karena mereka tinggal di dalam hutan dengan busana serba hitam dan memiliki kekuatan magis.

Suku Korowai

Nah, seperti yang kita ketahui, Papua memang tidak terlalu banyak mendapat sorotan dari dunia luar. Beberapa suku budaya di sana masih menjunjung tinggi adat istiadat mereka. Suku Korowai adalah masyarakat yang tinggal di hutan pedalaman Papua. Mereka tidak kenal pakaian sama sekali, bahkan yang namanya koteka saja tidak mereka kenakan, B’timers.

Sedikit ironis, di mana dunia sudah banyak berubah, namun mereka masih tetap terasing dari dunia uar. Meskipun demikian, kita patut meniru mereka, di mana mereka mampu mempertahankan budaya begitu kuat. (NO)

Share This Article