City of Lantern Hoi An, Romantisme di Vietnam | Breaktime
City of Lantern Hoi An, Romantisme di Vietnam
15.07.2017

City of Lantern. Itulah julukan tak resmi Hoi An, kota pelabuhan di pesisir pantai Vietnam bagian tengah, sekitar 30 kilometer dari Da Nang.

Sudah lama saya merencanakan perjalanan ke Hoi An karena tertarik dengan budaya dan sejarah masa lalu yang sangat unik dari kota ini. Suasana Hoi An yang relatif sepi dan tak seramai kota metropolitan seperti Ho Chi Minh City dan Hanoi juga menjadi daya tarik berkunjung ke kota ini.

Untuk menuju Hoi An, cara paling mudah adalah dengan pesawat terbang. Bandara terdekat dengan Hoi An adalah Da Nang International Airport (DAD) di Da Nang. Saat ini belum ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Da Nang, sehingga traveler Indonesia harus transit terlebih dahulu di Ho Chi Minh City atau Ha Noi sebelum melanjutkan penerbangan domestik ke Da Nang.

City of Lantern Hoi An, Romantisme di Vietnam  | Breaktime
Suasana salah satu sudut pusat kota Hoi An dengan pemandangan sungai

Setelah tiba di bandara Da Nang, taksi atau ojek motor (xe om) adalah transportasi paling cepat menuju Hoi An. Pilihlah penerbangan pagi karena di sepanjang jalan menuju Hoi An kita bisa menikmati suasana countryside khas Vietnam yang masih alami dan belum tersentuh modernisasi.

Kota Hoi An sendiri sudah masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO karena dianggap memiliki peninggalan budaya dan sejarah yang patut dilestarikan. Lampion, ao dai (baju tradisional Vietnam), dan non la (topi khas Vietnam) banyak ditemui di sepanjang jalan kota Hoi An.

Untuk akomodasi, penginapan mulai dari kelas homestay hingga bintang tiga bisa dengan mudah didapatkan di sekitar Hoi An Old Town dan Hoi An Walking Street. Dua kawasan ini memang yang paling ramai dengan wisatawan, terutama pada sore hingga malam hari.

City of Lantern Hoi An, Romantisme di Vietnam  | Breaktime
Bersepeda menikmati suasana damai dan tenang di kota Hoi An

Menyusuri kota Hoi An pada sore hingga malam adalah momen terbaik untuk merasakan chemistry kota ini. Dengan sepeda yang saya sewa dari homestay seharga 1 dolar per hari, dengan mudah saya menyusuri tiap jalanan kota Hoi An, terutama kawasan Old Town.

Old Town adalah spot paling ramai di Hoi An. Tak heran karena tempat ini penuh dengan cafe-cafe dan toko souvenir dengan hiasan lampion warna-warni berbagai ukuran. Wisatawan dijamin betah berlama-lama di sepanjang jalanan Hoi An Old Town untuk sekedar berfoto dan selfie.

Bergeser sekitar 500 meter dari Old Town terdapat Hoi An Walking Street yang pada malam hari sangat ramai degnan keberadaan Hoi An Night Market. Pada malam hari, lampu warna-warni dari gerai lampion menjadikan Hoi An memang pantas mendapat julukan City of Lantern.

City of Lantern Hoi An, Romantisme di Vietnam  | Breaktime
Hoi An Old Town, salah satu spot menarik dengan banyak cafe dan lampion

Berminat untuk membeli lampion sebagai oleh-oleh dari Hoi An? Lampion paling kecil dijual mulai harga 2 dolar, lampion ukuran sedang seharga 5 dolar, dan lampion besar harganya bervariasi antara 10 sampai 12 dolar. Lampion-lampion tersebut bisa dikemas sedemikian rupa sehingga aman untuk dibawa pulang naik pesawat.

Tentunya kurang lengkap menjelajah Hoi An tanpa mencicip kuliner khas kota ini. Tiga kuliner khas Hoi An yang pantang terlewatkan adalah Cao Lau, White Rose, dan Banh Mi. Cao Lau berupa mie goreng dengan irisan daging dan sayuran segar. White Rose adalah appetizer berupa lebaran rice noodles dengan sayuran, mirip spring roll, serta Banh Mi yang merupakan sandwich khas Vietnam.



artikel kompilasi
related img
icon maps
PAPUA
GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
GUIDE