Cindelaras & Ayam Jagonya Yang Tak Terkalahkan | Breaktime
Cindelaras & Ayam Jagonya Yang Tak Terkalahkan
07.04.2017

Berbicara tentang legenda Indonesia di era milenial seperti sekarang ini mungkin kurang menarik untuk didengar. Tetapi jangan salah, ada banyak sekali dongeng Indonesia yang tak akan pernah bosan didengar. Seperti yang satu ini, yaitu Cindelaras. Sekilas mendengarnya saja seperti kisah Cinderella karya Disney. But, this is totally different. Legenda Cindelaras dari Jawa Timur ini lebih menarik untuk disimak. Meskipun Anda termasuk generasi kekinian, nggak ada salahnya untuk sejenak menyempatkan waktu membaca kisah klasik sebagai bentuk pelestarian dongeng Indonesia. Seperti apa sih, sosok dan kisah Cindelaras?

Zaman dahulu, hidup seorang Raja Jenggala, Raden Putra dengan dua orang istrinya yang cantik. Permaisuri memiliki sifat yang sangat baik, sedangkan selirnya memiliki sifat yang buruk. Sang selir merasa iri terhadap permaisuri tentang segala hal. Sampai akhirnya selir bekerja sama dengan seorang tabib kerajaan untuk memfitnah permaisuri. Mendengar hal tersebut, sang Raja murka dan mengusir permaisuri dari kerajaan. Padahal saat itu sang Permaisuri sedang mengandung.

Cindelaras & Ayam Jagonya Yang Tak Terkalahkan | Breaktime
Cindelaras dan ayam jagonya

Baca juga : RITUAL SEBA: TRADISI SUKU BADUY YANG BERTAHAN

Namun, Patih kerajaan yang bijaksana tidak percaya bahwa sang Permaisuri yang baik hati meracuni selir raja. Sang Patih justru membuatkan permaisuri sebuah gubuk di tengah hutan dan berkata pada raja bahwa ia telah membunuhnya. Sampai akhirnya permaisuri melahirkan seorang putra dan diberi nama Cindelaras. Anak laki-laki ini tumbuh dengan tampan, berani, cerdas, dan cinta dengan binatang.

Suatu hari seekor Rajawali meninggalkan telurnya. Cindelaras mengerami telur tersebut dengan ayam betina yang ia miliki. Ketika menetas, telurnya menjadi ayam, namun memiliki mata dan perawakan bak rajawali. Ayam jago itu dirawat dengan sangat baik. Namun, ayamnya mengeluarkan kokok yang aneh, “Kukuruyuuukk… Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah hutan belantara, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra, Raja Jenggala.”

Ibunya pun akhirnya menceritakan asal usul dirinya. Cindelaras pun meminta ijin untuk pergi ke istana bersama dengan ayam jago tersebut. Sesampainya di istana, para penyabung melihat Cindelaras membawa ayam jago dan menantangnya untuk diadu. Semua ayam kalah dengan milik Cindelaras. Sampai akhirnya ia bertarung dengan ayam milik raja. Benar saja, ayam Cindelaras menang lagi. Setelah pertandingan selesai, ayam Cindelaras kembali mengeluarkan kokok yang aneh. Sang Raja terkejut.

Cindelaras & Ayam Jagonya Yang Tak Terkalahkan | Breaktime
Cindelaras menantang Raja Jenggala

Baca juga : SISI LAIN SUMBA ADA DI KAIN TENUN & PARADE KUDA

Akhirnya Patih kerajaan menceritakan segala kebenaran yang selama ini tersembunyi. Sang Raja memanggil selirnya dan tabib kerajaan. Mereka pun diasingkan ke dalam hutan. Permaisuri dijemput oleh utusan Raja. Mereka pun akhirnya kembali hidup bahagia.

Kisah Cindelaras mungkin memang jarang sekali terdengar, namun ternyata kisah ini memiliki pesan moral yang begitu mendalam. Ada dua pesan moral yang bisa diambil, yaitu kebenaran akan selalu mengalahkan kejahatan. Selama apapun dan sepintar apapun kejahatan itu disembunyikan, suatu saat akan tercium. Kedua, berjudi adalah hal yang buruk. Apapun hasilnya pasti akan sangat merugikan suatu saat nanti.

Cerita rakyat Indonesia memang selalu memiliki pesan moral yang seringkali terjadi di kehidupan nyata. Hal tersebut sepertinya bukan sekedar pesan moral untuk pembaca, tetapi memang sudah hukum alam yang berlaku sampai kapanpun. Jadi, dongeng Indonesia memang sangat baik untuk membentuk karakter anak-anak menjadi lebih baik. 

Cindelaras & Ayam Jagonya Yang Tak Terkalahkan | Breaktime
Pelestarian Cindelaras melalui teater (nationalgeographic.co.id)

Baca juga : MEUGANG: TRADISI MASYARAKAT ACEH DALAM MENYAMBUT HARI BESAR

Sudah berkali-kali disebutkan bahwa di era milenial ini, dongeng Indonesia sudah semakin hilang. Namun ternyata tidak. Masih ada beberapa komunitas yang berusaha terus melestarikan dongeng anak dan remaja. Salah satunya adalah komunitas teater yang sering menampilkan kisah-kisah yang diadaptasi dari cerita rakyat. Seperti yang dilakukan tahun lalu di Gedung Wayang Orang Bharata (WOB), Senen, Jakarta Pusat. Kisah Cindelaras diangkat dengan sangat baik dan diperankan cukup sempurna oleh seorang anak laki-laki, Algani Haryoputro Brotoasmoro.

Wah, salut, ya! Ini pun juga tak lepas dari peran orang tua yang mendukung anaknya untuk mengenal budaya Indonesia lebih jauh. Bagaimana dengan Anda? (vpd)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE