Chiang Mai, Kota Kalem dan Tenang di Thailand | Breaktime

ARTIKEL TRAVEL

Barry Kusuma

"Travel and Photography" Inspiring Photos & Video through the Lens.

Chiang Mai, Kota Kalem dan Tenang di Thailand
17.10.2016

Mendengar Chiang Mai, Thailand mungkin belum banyak orang Indonesia yang pernah ke sini, Chiang Mai sendiri kalau di Indonesia mungkin mirip dengan Jogja atau Solo. Yang sebagian besar lebih banyak bekerja di bidang seni dan ritme kerjanya tidak seperti Bangkok yang serba cepat, B’timers.

Biasanya, Chiang Mai di akhir tahun suhunya bisa turun sampai 5 derajat, saking dinginnya tidak seperti berada di negara Thailand yang merupakan negara Tropis. Chiang Mai punya banyak sejarah dan budaya yang panjang, ada banyak fakta unik Chiang Mai kalau Anda ingin ke Thailand, membuatnya jadi destinasi yang wajib ada di travel list Anda.

  • Bangkok kota Metropolitan dan tempat berkumpulnya pengusaha pengusaha Thailand, tetapi Chiang Mai adalah kota terbesar kedua di Thailand setelah Bangkok, walaupun ritme kerja di sini lebih santai daripada Bangkok.
  • Pusat kota Chiang Mai dikelilingi oleh parit berdinding yang dikenal dengan sebutan Kota Tua dan luasnya hanya satu mil persegi. Parit ini adalah peninggalan Raja terdahulu yang berperang dengan Myanmar, setelah mereka kalah Raja Chiang Mai meminta bantuan Raja Thailand sehingga saat ini Chiang Mai merupakan bagian dari Negara Thailand.
Chiang Mai, Kota Kalem dan Tenang di Thailand  | Breaktime
Kuliner beragam di Chiang Mai
  • Chiang Mai terletak 700Km utara Bangkok, ke sini bisa melalui jalan darat satu harian. Tetapi banyak pesawat dari Bangkok menuju Chiang Mai.
  • Chiang Mai memiliki arti ‘Kota Baru”.  Tetapi Chiang Mai memiliki 70% wilayah Chiang Mai meliputi gunung-gunung dan hutan.
  • Chiang Mai adalah rumah bagi Doi Inthanon, gunung tertinggi di Thailand. Makanya Chiang Mai adalah tempat yang paling dingin di Thailand, di puncak gunung bahkan bisa sampai bersalju.
  • Chiang Mai dikunjungi sekitar 2 juta wisatawan asing setiap tahun, karena Chiang Mai tidak sepadat Bangkok. Tutur kata masyarakat Chiang Mai pun juga halus seperti orang Jogja atau Solo.
  • Pada abad ke-13, Chiang Mai merupakan ibukota kerajaan Lanna, nama tersebut diberikan kepada Thailand Utara yang berarti ‘Wilayah dengan jutaan Sawah’ yang mencerminkan kekayaan pertanian wilayahnya.
Chiang Mai, Kota Kalem dan Tenang di Thailand  | Breaktime
Kental dengan tradisi dan budaya
  • Wilayah kota Chiang Mai memiliki lebih dari 300 kuil Buddha, kalau Anda suka dengan arsitektur dan kuil yang unik, di sinilah tempatnya.
  • 80% penduduk yang tinggal di distrik Chiang Mai adalah warga asli yang lahir di tempat tersebut.
  • Chiang Mai adalah lokasi pusat jalur pendakian suku setempat dengan lebih dari 800.000 penduduk tinggal di perbukitan sekitar.
  • Kota Chiang Mai terletak di sepanjang Sungai Ping, sungai di sini juga dijadikan sebagai sumber penghasilan masyarakat yang tinggal di dekat sungai Ping.
Chiang Mai, Kota Kalem dan Tenang di Thailand  | Breaktime
Kuliner malam yang tak pernah sepi
  • Wat Prah That Doi Suthep adalah kuil paling terkenal di Chiang Mai yang terletak di atas bukit sangat tinggi sehingga dapat terlihat dari seluruh Chiang Mai. Konon kuil ini menyimpan relic dari tulang Budha Sidharta Gautama, pendirian tempat ini dituntun oleh gajah putih sang Raja sampai akhirnya gajah ini berhenti dan akhirnya raja membangun kuil Wat Prah That Doi Suthep.
  • Diperkirakan terdapat lebih dari 20.000 penduduk asing tinggal di Kota Chiang Mai. Dan setiap weekend malam biasanya ada pasar malam, buat Anda pencinta kuliner yang lumayan ekstrem cobalah datang ke sini karena pada saat pasar malam merupakan hiburan masyarakat Chiang Mai dan juga berbagai macam kuliner ada di sini.

Chiang Mai merupakan destinasi yang tidak umum di Thailand, bahkan saya pun juga pertama kali datang ke sini. Buat B’timers yang ke Thailand cuma datang ke Bangkok atau Pattaya saja, coba belok ke destinasi anti mainstream Chiang Mai dan nikmati keramahan masyarakatnya. (bk)

Share This Article