Cerita ini Hampir Terlupa dari Kesenian Dongkrek | Breaktime
Cerita yang Hampir Terlupa dari Kesenian Dongkrek
08.08.2016

Apa yang Anda ketahui tentang Madiun, B’timers? Well, Madiun adalah salah satu daerah di Jawa Timur yang kaya akan sejarah dan kebudayaan, lho. Banyak cerita yang disimpan dan tidak banyak diketahui orang. Selain Monumen Kresek yang didirikan karena peristiwa pemberontakan PKI pada tahun 1948, Madiun juga memiliki Kesenian Dongkrek. Sayangnya seni yang satu ini sedikit terlupakan, B’timers.

Cerita ini Hampir Terlupa dari Kesenian Dongkrek | Breaktime
Latihan sebelum menampilkan Kesenian Dongkrek

Awal mula Kesenian Dongkrek yang terlupakan

Dilahirkan sekitar tahun 1867 di Kecamatan Caruban, Kesenian Dongkrek merupakan perpaduan indah seni musik dan tari asli daerah Madiun, B’timers. Dongkrek dipopulerkan pada tahun 1910 oleh Raden Bei Lo Prawiropura ketika masih menjadi demang atau jabatan setingkat kepala desa. Namun Kesenian Dongkrek hanya berjaya hingga tahun  1902 saja, B’timers.

Nah, konon di tahun 1879 ada wabah penyakit yang menyerang Desa Mejayan. Rakyat yang menderita sakit pada siang hari, sorenya akan meninggal. Ada juga yang sakit pada siang hari dan malam harinya meninggal. Karena kesedihan inilah, Raden Prawirodipuro melakukan meditasi di wilayah gunung kidul Caruban, B’timers. Wangsit yang didapatkan, adalah untuk membuat tarian untuk mengusir balak.

Cerita ini Hampir Terlupa dari Kesenian Dongkrek | Breaktime
Semua penari mengenakan topeng khas Madiun

Hiburan penuh cerita dari Kesenian Dongkrek

Anda akan menyaksikan komposisi pemain yang terdiri dari barisan buto atau raksasa, orang tua dengan kesaktian serta dua orang wanita. Setiap pemainnya memiliki peranannya masing-masing. Penari wanita menjadi simbol dari kondisi rakyat yang lemah karena dikepung pasukan raksasa. Sebelum pasukan buto berhasil membunuh para wanita, muncul seorang lelaki tua sakti yang akan mengusirnya.

Dan, ya, perang yang cukup sengit pun terjadi antara pasukan raksasa dengan lelaki tua yang memiliki kesaktian tersebut. Setelah mampu mengalahkan para raksasa, lelaki tua pun menyuruh mereka untuk menurut dan patuh. Akhirnya pria sakti bersama dua wanita menggiring pasukan raksasa untuk keluar dari Desa Mejayan.

Sementara asal nama Dongkrek berasal dari bunyi ‘dung’ yang dihasilkan bedug atau kendang, ditambah ‘krek’ yang dihasilkan alat musik khas yang disebut korek. Bentuk alat musik korek ini berupa kayu yang berbentuk bujur sangkar dengan salah satu ujungnya terdapat tangkai dengan gerigi. Nah, ketika digesek akan menghasilkan suara ‘krek’, B’timers.

Namun sayangnya Kesenian Dongkrek ini masih kalah terkenal dengan Reog Ponorogo karena kurangnya publikasi, B’timers. (NO)

Share This Article