Cerita Di Balik Megahnya Rumah Tongkonan Toraja | Breaktime
Cerita Di Balik Megahnya Rumah Tongkonan Toraja
15.09.2017

Sulawesi Selatan tak hanya menyimpan keindahan alam berupa pantai-pantai dan perbukitan kapur, tetapi juga kekayaan budaya di Toraja. Suku ini memiliki banyak sekali unsur adat dan budaya yang unik. Toraja mungkin terkenal dengan gaya pemakamannya yang ada di atas bukit. Tak hanya itu, ada keunikan lain dari Suku Toraja yakni rumah adat Tongkonan.

Sebelum sampai di Toraja, wisatawan bisa melakukan perjalanan darat dari Makassar. Sepanjang perjalanan, kita akan disuguhi pemandangan alam khas Sulawesi Selatan. Begitu tiba di Makale dan Rantepao, kita akan disuguhi pemandangan rumah adat toraja yang disebut Tongkonan. Tetapi, apakah Anda tahu apa yang tersimpan di balik kemegahan rumah adat yang satu ini?

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Begini Wujud Pulau Jawa Saat Abad Ke-16

Rumah adat Tongkonan merupakan peninggalan arsitektur nenek moyang Suku Toraja secara turun temurun. Tongkonan juga menjadi ikon wisata Toraja dan Sulawesi Selatan. Nama Tongkonan konon berasal dari kata tongkon yang berarti duduk. Pada jaman dahulu, rumah adat ini dijadikan tempat bertemu para tokoh adat untuk duduk bersama membahas segala hal tentang adat. Hingga kini, kantor-kantor pemerintahan di Toraja memiliki gaya arsitektur Tongkonan.

Cerita Di Balik Megahnya Rumah Tongkonan Toraja | Breaktime
Rumah adat Toraja memilki bentuk yang mirip dengan Rumah Gadang

Sepintas, bentuk rumah adat Tongkonan memiliki kemiripan dengan Rumah Gadang di Sumatera Barat. Ada yang menyebut bentuk rumah Tongkonan seperti perahu dari Cina atau berbentuk menyerupai tanduk kerbau.

Untuk melihat lebih dekat rumah-rumah adat Tongkonan, wisatawan bisa menuju tempat wisata seperti Kete Kesu, Lemo, dan Londa. Di tempat-tempat ini rumah adat Tongkonan masih terpelihara dengan baik meskipun umurnya sudah puluhan bahkan ratusan tahun.

Selain masih terpelihara dengan baik, beberapa rumah adat Tongkonan juga masih berfungsi sebagai rumah tinggal warga setempat. Beberapa rumah yang lain juga masih berfungsi sebagai tempat pertemuan, kegiatan sosial, dan upacara adat.

Cerita Di Balik Megahnya Rumah Tongkonan Toraja | Breaktime
Rumah adat di Toraja dipenuhi ukiran-ukiran dengan banyak makna di dalamnya
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Wisata Angker di Kota Yogyakarta, Berani Tidak?

Rumah adat Tongkonan memiliki tiga bagian utama, yaitu atap atau ulu banua, badan rumah atau kale banua, dan kaki rumah atau suluk banua. Di setiap badan rumah atau kale banua memiliki dua bagian utama yaitu tongkon (rumah) dan alang (lumbung).

Hingga kini, di Toraja masih terdapat rumah tongkonan yang berumur puluhan bahkan ratusan tahun. Sehingga bagian atapnya berwarna hijau karena rumput dibiarkan merajalela di atas atap. Rumput itu bukan mengganggu, bahkan menambah keindahan dan keunikan Rumah Tongkonan.

Rumah Tongkonan juga menjadi simbol di setiap upacara adat Suku Toraja. Pada upacara kematian, jasad orang yang telah meninggal tidak langsung dikuburkan, tetapi disimpan di rumah Tongkonan.

Cerita Di Balik Megahnya Rumah Tongkonan Toraja | Breaktime
Ritual atau upacara adat Suku Toraja yang dilaksanakan di sekitar rumah Tongkonan

Bila diamati dengan lebih teliti, desain eksterior dan interior pada dinding, pintu, jendela, dan bagian lain dari rumah adat ini dipenuhi ukiran khas Toraja. Ukiran-ukiran ini bermakna hubungan masyarakat Toraja dengan pencipta, hubungan sesama manusia dan makhluk lainnya.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Orang Cina Identik dengan Gila Kerja, Kenapa Ya?

Satu lagi ciri khas utama dari rumah adat Tongkonan adalah kepala kerbau dan tanduk-tanduk yang menempil pada bagian depan dan tiang utama di setiap rumah. Jumlah tanduk kerbau menunjukkan status sosial keluarga yang mendiami rumah tersebut.

Rumah adat Toraja memang menyimpan banyak cerita dan keunikan yang tak dimiliki di wilayah lainnya. Banyak dari B’timers pastinya yang ingin melihat langsung rumah adat Tongkonan. Daripada terus memendam rasa penasaran, langsung saja buat rencana perjalanan untuk berkunjung ke Tana Toraja.



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE