Belajar Budaya Mengenal Sejarah Topeng Malangan | Breaktime
Belajar Budaya dengan Mengenal Sejarah Topeng Malangan
10.06.2016

Topeng Malangan merupakan seni pemahatan topeng yang asli bercirikan khas Malang. Salah satu seni karya tradisional ini masih tetap bertahan dan dilestarikan sampai saat sekarang. Lalu, bagaimana sejarah Topeng Malangan ini? Baca selangkapnya ya, B’timers!

Sejarah topeng Malangan

Berdasarkan beberapa catatan sejarah, disebutkan bahwa Topeng Malang adalah sebuah kesenian kuno yang telah berusia ratusan tahun. Pada masa dahulu Topeng Malang ini diwujudkan dengan bentuk pertunjukan yaitu saat ada acara tertentu seperti pernikahan, selamatan, dan hiburan pejabat tinggi kala itu.

Karakter-karakter topeng Malangan

Topeng Malangan sedikit berbeda dengan karakter topeng-topeng lain yang ada di Indonesia. Topeng yang memiliki corak khas dengan pahatan kayu dan warna beraneka raga mini menggambarkan berbagai ekspresi seperti bahagia, tersenyum, bersedih, marah, jahat, lemah lembut dan lain sebagainya.

Belajar Budaya Mengenal Sejarah Topeng Malangan | Breaktime
Contoh karakter Topeng Malangan

Beberapa sumber menyebutkan ada karakter unik dari Topeng Malang, seperti karakter Demang yang menggambarkan sosok pejabat kala itu, Dewi Kili Suci dan Dewi Sekartaji yang menggambarkan kecantikan, Bilung yang menggambarkan karakter tidak teratur dan sebagainya.

Uniknya, semua hasil dari Topeng Malang dibuat berdasarkan alur tradisional, dari memilih bahan kayu, mengukir, pembentukan karakter, sampai proses pengecatan semua dilakukan secara manual. Saat ini, kesenian Topeng Malang kerap dimainkan di tingkat pejabat tinggi daerah atau bahkan pertunjukan khusus yang memang disengaja untuk menarik wisatawan datang ke Malang.

Belajar Budaya Mengenal Sejarah Topeng Malangan | Breaktime
Topeng Malangan saat dipertunjukkan

Pengrajin dan pelestari topeng Malangan

Ada banyak wilayah yang menjadi padepokan pelestari budaya Topeng Malangan. Beberapa di antaranya adalah kecamatan Wonosari, Kromengan, Sengguruh, Jenggolo, Senggreng dan Tumpang.

Namun, satu-satunya padepokan yang sampai saat ini masih bertahan dalam melestarikan budaya asli Malangan adalah Padepokan Asmorobangun atau biasa juga dikenal Padepokan Panji Asmorobangun. Padepokan ini terletak di Jalan Prajurit Slamet di Dusun Kedungmonggo, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. (nap)

Share This Article