Cerita di Balik Tarian Sufi yang Bikin Pusing? | Breaktime
Apa sih, Cerita di Balik Tarian Sufi yang Bikin Pusing?
27.06.2016

Pusiiiiing! Apa sih, gunanya menari hanya dengan berputar-putar seperti itu saja? Wah, berarti Anda belum tahu nih, apa cerita di balik Tarian Sufi, B’timers. Tarian Sufi yang dikenal sebagai the Whirling Darvishes atau Darwis yang berputar. Tradisi ini sangat erat dengan budaya Islam, lho. Karena ada hal unik di balik tarian yang gerakannya Cuma berputar sampai pusing itu, B’timers.

Sejarah di balik Tarian Sufi

Tarian yang Anda anggap memusingkan ini berasal dari wilayah Anatolia, Turki. Dan ini sudah ada sejak abad ke-13, B’timers. Pelopornya adalah pria asal Persia bernama Mawlana Jalaluddin Rumi. Menurut sang maestro, tarian ini merupakan sebuah bagian dari meditasi diri, yang dilekatkan dengan ajaran sufi dalam Islam. Melalui meditasi ini diharapkan penari dapat menggapai kesempurnaan.

Tidak sembarangan menari

Anda tidak boleh melakukan tarian ini secara sembarangan, lho. Karena ada beberapa ritual yang harus dilakukan terlebih dahulu. Misalnya melakukan zikir. Sementara upacara untuk Tarian Sufi terdiri dari empat bagian. Yang pertama Naat dan Taksim, di mana seorang penyanyi melantunkan pujian pada Nabi Muhammad SAW.

Cerita di Balik Tarian Sufi yang Bikin Pusing? | Breaktime
Pakaian dan topi mereka punya arti yang dalam, lho, B’timers

Arti tiap gerakan dalam tari

Segalanya dalam Tarian Sufi memiliki arti, B’timers. Penarinya mewakili bulan yang memutari matahari. Bertumpu pada kaki kiri dengan telapak tangan kanan menghadap ke atas menuju surga, sedang tangan kiri telapaknya mengadap tanah. Setiap gerakan dalam Tarian Sufi memiliki arti, pengenalan akan Tuhan, pengakuan keberadaan Tuhan, penyerahan total pada Tuhan, dan perdamaian hati karena Tuhan.

Tarian Sufi akan diakhiri dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Syekh, B’timers. Bahkan pakaian yang dikenakan para penari memiliki arti juga, lho. Topi memanjang atau disebut Sikke yang dikenakan penari merupakan lambang  batu nisan para wali dan sufi di dataran Timur Tengah. Sedangkan jubbah hitam dan tenur putih melambangkan alam kubur dan kain kafan.

Wah, ternyata dalam juga ya, filosofi dari Tarian Sufi ini, B’timers? (NO)

Share This Article