Adu Pukul untuk Meriahkan Tradisi Ujung | Breaktime
Adu Pukul untuk Meriahkan Tradisi Ujung
12.10.2016

Gucialit adalah sebuah desa yang terletak di Lumajang, Jawa Timur. Gucialit tak hanya kaya keindahan alam yang berupa hamparan kebun teh serta air terjun atau yang disebut antrukan, namun juga kaya akan keanekaragaman budaya dan adat istiadat. Salah satunya adalah tradisi ujung. Tradisi ujung biasanya digelar dalam setiap kegiatan sedekah desa atau selamatan desa.

Pada acara sedekah desa Gucialit di dusun Sidomulyo, tradisi ujung juga digelar. Bahkan sejumlah pejabat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta sejumlah kuminitas juga hadir dalam acara tersebut.

Tujuan dari diadakannya tradisi ini adalah sebagai sarana untuk menjalin silaturrahmi antar warga desa.

Tradisi ujung ini dilakukan oleh pria. Mengapa hanya pria? Karena tradisi ini adalah sebuah tradisi adu kekuatan dengan cara saling memukul satu sama lain dengan menggunakan rotan (penjalin).

Para peserta tidak akan ada yang dianggap menang atau kalah, sehingga mereka tidak akan terpancing emosinya dan tidak akan terjadi pertengkaran.

Adu Pukul untuk Meriahkan Tradisi Ujung | Breaktime
Tradisi Ujung di Gucialit jadi ajang adu pukul

Selain itu juga, para peserta juga telah sepakat dengan tujuan awal diselenggarakannya tradisi ini. Tradisi ujung ternyata tidak hanya sebagai sarana silaturrahmi, tetapi juga sebagai upacara untuk meminta hujan saat musim kemarau panjang.

Tradisi ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Untuk peserta yang ikut adu pukul ternyata bukan hanya orang tua saja, tetapi juga para pemuda. Hal ini dilakukan agar sampai nanti masih ada penerus desa yang melestarikan tradisi ujung di Gucialit ini.

Jadi, itulah sekilas tentang tradisi ujung khas Gucialit. Apakah B’timers berani untuk mengikuti tradisi ini dengan adu pukul bersama warga sekitar? (vpd)

Share This Article