Ada Sejarah Pulau Pisang Di Balik Pesonanya | Breaktime
Ada Sejarah Pulau Pisang Di Balik Pesonanya
29.11.2017

Apa yang terbersit di benak B’timers ketika mendengar Pulau Pisang? Apakah pulau tersebut ditanami banyak pohon pisang? Sayangnya tidak. Apakah Anda pernah pergi ke Pulau Pisang? Pulau dengan nama yang cukup unik ini berada di pesisir barat Sumatera, lebih tepatnya di pesisir barat Lampung. Pulau ini hanya memiliki kawasan seluas 1.423 km persegi. Jadi destinasi yang menarik di sana hanya hamparan pantainya yang sunyi dan air laut yang biru. Saat mendengar namanya mungkin Anda bertanya tentang sejarah Pulau Pisang. Pulau ini punya sejarah panjang tentang keindahannya yang tak tertandingi.

Masyarakat yang menghuni Pulau Pisang berprofesi sebagai nelayan. Pulau Pisang merupakan salah satu kecamatan yang masuk dalam Kabupaten Lampung Barat. Di tahun 2012 lalu baru saja diresmikan sebagai kabupaten. Total penduduknya sekitar 915 jiwa dan memiliki 6 pekon (desa). Pulau Pisang jadi wilayah yang paling asyik dinikmati saat musim kemarau. Cuaca cerah akan melingkupi pulau ini.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Sejarah Pulau Wakatobi Menambah Keindahannya

Karakteristik pantai yang landai cocok banget untuk berjemur. Ombaknya juga tergolong tenang. Anda bahkan bisa mengelilingi pulau ini dengan berjalan dan memakan waktu hanya dua jam. Pulau ini cocok untuk wisatawan yang mencari ketenangan. Lokasinya sangat fotogenik dan Instagramable. Anda bisa menemukan banyak spot cantik untuk berfoto, seperti deretan rumah panggung kosong bergaya vintage, sederet pohon kelapa dan pohon kelor, dan mengabadikan siluet saat matahari terbenam.

Keindahan Pulau Pisang tersebut tak lepas dari sejarahnya di masa lalu. Ketika Pulau Pisang masih sangat subur dengan tanaman cengkeh. Sejarah Pulau Pisang di masa lalu juga perlu diketahui oleh masyarakat Indonesia. Dulu pulau ini sempat merajai Provinsi Lampung. Hasil cengkeh dan kekayaan lautnya luar biasa sejak jaman Belanda. Di tahun 1890 saja, di sana sudah dibangun sekolah yang hingga kini masih berdiri. Sayangnya di tahun 1978, perkebunan cengkeh di sana mati dan masyarakatnya pun jatuh miskin. Akhirnya para penduduk Pulau Pisang bermigrasi.

Ada Sejarah Pulau Pisang Di Balik Pesonanya | Breaktime
Sejarah Pulau Pisang dan keindahannya (piknikasik.com)
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Liburan Ke Rote, Kunjungi 10 Destinasi Cantik Ini

Meski sempat berjaya pada masanya, sekarang fasilitas umum sulit ditemukan di sana. Mereka hanya mengandalkan transportasi laut. Sejak keterpurukan itu, masyarakat Pulau Pisang yang tersisa pun mencoba bangkit. Mereka kembali menanam cengkeh. Jadi rupanya tak hanya pantai, Anda juga bisa menikmati para pemetik cengkeh di perkebunan.

Bahkan tak sedikit pula yang memunguti cengkeh yang jatuh dari pohonnya. Dan kegiatan tersebut dinamakan sebagai “melahang”. Bunga cengkeh yang jatuh dari pohonnya ini sudah bukan hak pemilik kebun, jadi tak masalah jika ada ibu-ibu atau anak-anak yang memunguti. Saat panen cengkeh, mereka biasanya menggunakan tangga yang terbuat dari bambu. Ketelatenan sangat dibutuhkan dalam hal ini, meskipun pohonnya terbilang tinggi. Setelah panen, cengkeh-cengkeh itu akan dijemur selama 3 – 5 hari, sesuai dengan keadaan cuacanya saat itu.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Matsusaka : Wilayah Paling Tenang Di Jepang

Destinasi dan tradisi unik masyarakat di Pulau Pisang ini akan memberikan pengalaman liburan B’timers yang menyenangkan. Terlebih lagi setelah mengetahui sejarah Pulau Pisang yang memang sudah sangat indah dan kaya sejak dulu. Jadi bagaimana, tertarik untuk mengunjungi Pulau Pisang? (vpd)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE