Tradisi Pernikahan Paling AntiMainstream Di Asia | Breaktime
5 Tradisi Pernikahan Paling Anti-Mainstream Di Asia
30.12.2016

Sebuah pernikahan pada umumnya akan melalui beberapa proses persiapan seperti sewa gedung, foto pre wedding, dan resepsi. Tetapi tidak untuk beberapa negara ini B’timers. Mereka justru melakukan tradisi pernikahan anti-mainstream. Indonesia pun termasuk salah satunya, lho!

Tepatnya dilaksanakan oleh masyarakat Suku Tidung di Kalimantan Utara. Kedua mempelai diharuskan untuk menahan buang air selama tiga hari. What? Yup, menurut kepercayaan mereka hal ini bisa membuat sang mempelai langgeng, mesra, dan punya banyak anak. Hmmm… pada intinya jika mereka bisa melalui penderitaan buang air, maka mereka mampu melalui penderitaan apa saja selama menikah. Ada-ada saja, ya.

Kita terbang jauh ke dataran Tibet yang termasuk dalam wilayah Republik Rakyat Tiongkok. Uniknya di sana, para wanita harus menunjukkan kesiapannya dalam menikah dengan melakukan hubungan seks dengan pria luar negeri sebelum menikah. Minimal 10 laki-laki, lebih dari 10 akan lebih baik.

Berbeda dengan Korea. Di Negeri Gingseng ini, calon mempelai lelakilah yang akan menderita. Ini karena telapak kaki mereka akan dipukul dengan tongkat kayu untuk menambah keperkasaan sang mempelai pria. Entah filosofi darimana, yang jelas tradisi ini masih dilakukan di sana.

Tradisi Pernikahan Paling AntiMainstream Di Asia | Breaktime
Salah satu tradisi menikah paling aneh ada di India

Kalau di Filipina, ini sangat membahagiakan sang mempelai wanita. Karena akan dibanjiri dengan uang dari para tamu atau bahasa gaulnya ‘disawer’. Lumayan, kan B’timers.

Anehnya lagi di India, para wanita akan menikah dengan pohon? Bagaimana bisa? Tetapi ini benar-benar sebuah pernikahan dengan pohon. Hal ini hanya dilakukan untuk seseorang yang lahir pada Saturn and Mars under seventh house atau lahir dari pasangan dengan jarak usia 4-8 tahun dan pasangan yang tidak memiliki rasa empati.

Dalam keagamaan, upacara ini disebut dengan ‘Kumbh Vivah’. Mereka menganggap bahwa seseorang yang lahir pada saat itu memiliki kutukan dan cara menghilangkan kutukan tersebut adalah dengan menikahi sebuah pohon.

Menarik sekali, ya tradisi pernikahan yang ada di beberapa negara di Asia ini. Bagaimana menurut B’timers? (vpd)



artikel kompilasi
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE