Sensasi Liburan Nuansa Kolonial di Sawahlunto | Breaktime
Sensasi Liburan Nuansa Kolonial di Sawahlunto
02.09.2016

Salah satu kota yang berada di Provinsi Sumatera Barat, menjadikan Sawahlunto sebagai pilihan wisatawan untuk melakukan wisata sejarah. Sawahlunto merupakan kota wisata tua yang multi etnik dan sangat bersejarah. Di kota yang berdiri pada tahun 1888 ini banyak berdiri bangunan tua peninggalan Belanda. Berikut ini deretan wisata alam, wisata bersejarah, dan akses menuju Sawahlunto.

Wisata

  • Loebang Mbah Soero

Sensasi Liburan Nuansa Kolonial di Sawahlunto | Breaktime
Sensasi melewati lubang pertambangan batu bara

Ini adalah sebuah terowongan panjang yang digunakan untuk proses penggalian dan pengangkutan tambang batu bara pada zaman penjajahan Belanda. Selain itu, tunnel ini dulu juga digunakan untuk membuang mayat pribumi yang dieksekusi mati oleh pemerintah Belanda. Ngeri, ya!

  • Museum Goedang Ransoem

Sensasi Liburan Nuansa Kolonial di Sawahlunto | Breaktime
Koleksi Museum Goedang Ransoem

Goedang Ransoem merupakan museum yang memiliki koleksi alat-alat masak yang digunakan oleh pekerja tambang jaman dahulu. Ukuran alat masaknya ada yang mencapai diameter 124 cm dan tinggi 148 cm. Wow, besar juga, ya!

  • Hotel Ombilin

Sensasi Liburan Nuansa Kolonial di Sawahlunto | Breaktime
Saksi bisu masa pemerintahan Belanda di Sawahlunto

Hotel ini merupakan hotel tertua di Sawahlunto bayangkan saja berdirinya sudah sejak tahun 1918. Bisa dibilang hotel ini menjadi saksi bisu kejayaan Sawahlunto di masa lalu.

  • Museum Kereta Api

Sensasi Liburan Nuansa Kolonial di Sawahlunto | Breaktime
Museum Kereta Api di Sawahlunto

Bangunan museum ini saja masih sangat bernuansa Belanda, bagaimana dengan koleksinya ya? Mak Itam adalah salah satu koleksi yang merupakan sebuah lokomotif bertenaga batubara. Sangat klasik ya B’timers.

  • Danau Biru

Sensasi Liburan Nuansa Kolonial di Sawahlunto | Breaktime
Indahnya Danau Biru Sawahlunto

Anda juga bisa berwisata alam di Kota Sawahlunto, salah satunya adalah dengan mengunjungi Danau Biru. Danau yang berjarak sekitar 13 km dari pusat kota ini terletak di kawasan pertambangan batu bara.

  • Puncak Cemara
Sensasi Liburan Nuansa Kolonial di Sawahlunto | Breaktime
Melihat seluruh kota dari Puncak Cemara

Satu lagi wisata alam yang terbaru di Kota Sawahlunto, yaitu Puncak Cemara. Anda bisa menikmati keindahan seluruh kota dari ketinggian. Di sini juga ada monument gembok cinta juga, lho!

Transportasi

Untuk menuju Kota Sawahlunto Anda bisa menggunakan trasportasi laut, udara, maupun darat. Dari kota Padang dengan menggunakan jalur udara ada Bandara Minangkabau. Dari bandara tersebut Anda bisa menyewa mobil dengan harga Rp 350 ribu dengan perjalanan sekitar 2,5 jam. Anda juga bisa naik kereta wisata dari Stasiun Padang Panjang dengan perjalanan 3 jam. Selamat berwisata, B’timers! (vpd)

Share This Article