Sauwandarek, Surga Wisata Tersembunyi di Papua | Breaktime
Sauwandarek, Surga Wisata Tersembunyi di Papua
30.09.2017

Pulau di ujung timur Indonesia yang satu ini memang meliki sejuta pesona alam yang masih belum banyak tereksplorasi dibandingkan dengan wilayah lainnya di Indonesia. Papua memang memiliki banyak daya tarik wisata lainnya selain Raja Ampat yang sudah mainstream. Berkunjung ke pulau-pulau kecil di kawasan wisata Raja Ampat tentu belumlah lengkap tanpa mengunjungi berbagai desa wisata di sekitarnya. Salah satu desa wisata yang layak berada di urutan teratas dalam daftar destinasi wisata Papua Anda kali ini ialah Desa Sauwandarek.

Berbeda dengan Desa Arborek yang berada di pulau sebelah dan jauh lebih ramai, Desa Sauwandarek masih belum banyak diketahui wisatawan sehingga kunjungan Anda ke desa wisata unik yang satu ini akan tenang dan nyaman. Desa Sauwandarek terletak di Distrik Meos Mansar, Pulau Mansuar, Raja Ampat, bersama dengan Desa Yenbuba di sebelah utara pulau. Selain sebagai desa wisata, Pulau Mansuar juga menjadi spot wajib bagi para traveler yang hendak menyelam. Berbeda dengan Raja Ampat yang sudah dikelola dengan baik dan mematok harga cukup mahal untuk menginap di resort dan melakukan aktivitas menyelam, Anda bisa melakukan diving dan snorkeling dengan gratis di desa wisata Sauwandarek, asal Anda tak keberatan membawa peralatan sendiri.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Pesona Tersembunyi Virgin Beach Karangasem Bali

B’timers bisa menjangkau desa wisata ini melalui perjalanan laut dengan menggunakan kapal reguler dari Sorong ke Waisai selama 2 hingga jam dengan tarif 100 hingga 125 ribu per orang sekali jalan. Kemudian, lanjutkan dengan menggunakan long boat selama 4 jam dengan tarif 300 ribu Rupiah sekali jalan dari Waisai ke Sauwandarek. Anda juga bisa menempuh perjalanan yang relatif cepat dengan menyewa speedboat dari Sorong dengan biaya sewa sekitar 5 juta Rupiah per hari dengan waktu tempuh sekitar 3 jam.

Meski terletak cukup dekat dari surga wisata Raja Ampat, Desa Sauwandarek kurang mendapat perhatian dan perawatan dari pemerintah setempat. Hingga saat ini, belum terdapat tempat penginapan bagi wisatawan yang berkunjung ke Sauwandarek. Anda bisa menghembat budget liburan dengan mendirikan tenda sendiri untuk berkemah atau menginap di rumah penduduk setempat. Desa wisata Sauwandarek juga tak menyediakan fasilitas toko yang menjajakan makanan maupun perlengkapan liburan. Alangkah lebih baiknya apabila B’timers membawa makanan Anda sendiri saat mengunjungi Desa Sauwandarek, sambil memberikan kebahagiaan sederhana kepada anak-anak setempat dengan membagikan makanan ringan.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Cuti Habis, Yuk One Day Trip Ke Pulau Seribu!

Meski disebut sebagai desa wisata, Desa Sauwandarek hingga saat ini relatif sederhana, sama halnya dengan kondisi dermaga dan gapura bertuliskan Welcome to Sauwandarek Village serta bangunan Sekolah Dasar Advent Sauwandarek yang dalam kondisi menyedihkan. Satu-satunya bangunan yang nampak mencolok di Desa Sauwandarek dengan kemegahannya ialah Gereja Advent Sauwandarek yang dibangun sendiri dan mendapat keistimewaan oleh warga setempat sebagai satu-satunya tempat ibadah. 

Sauwandarek, Surga Wisata Tersembunyi di Papua | Breaktime
Kaum hawa Sauwandarek sedang membuat tas dan topi anyaman dari daun pandan laut

Meski kurang terawat, desa wisata Sauwandarek merupakan destinasi travelling yang tepat untuk melakukan banyak kegiatan liburan, seperti snorkeling di sekitar jetty di lepas pantai, hingga mengamati corak kehidupan Desa Sauwandarek yang hanya dihuni sekitar 46 kepala keluarga di rumah-rumah tradisional yang terbuat dari kayu dan beratap jerami. B’timers juga bisa membeli aneka ekrajinan topi dan tas dari daun pandan laut, disebut juga dengan tas noken, yang merupakan kerajinan bikinan kaum perempuan setempat. Berbagai kerajinan tersebut dapat diperoleh dengan harga mulai dari 25 hingga 50 ribu Rupiah, tergantung pada jenis dan ukurannya.

Jangan lupa juga untuk melakukan trekking ke Telaga Yenauwyau yang dianggap keramat dan terbilang unik karena berair asin, bukan berair tawar seperti kebanyakan danau alami. Di telaga ini konon terdapat penyu putih yang dipercaya mendatangkan keberuntungan bagi siapa saja yang melihatnya. Selain mitos penyu putih, Telaga Yenauwyau juga menyimpan kekayaan alam berupa Burung Maleo Waigeo yang merupakan spesies endemik Papua. Bersantai di tepi telaga ini akan menjadi kenangan tak terlupakan, terutama setelah seharian lelah berkeliling desa wisata Sauwandarek.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Rencanakan Liburan Murah ke Jepang

Di sepanjang garis pantai Desa Sauwandarek terbentang lautan dangkal dengan terumbu karang cantik dan kawanan ikan yang berenang di antaranya. Karena minimnya fasilitas paraiwisata di Sauwandarek, B’timers sebaiknya membawa peralatan snorkeling dan diving Anda sendiri. Kedua kegiatan tersebut tak boleh Anda lewatkan karena Anda dapat menikmati kekayaan fauna di lautan Sauwandarek yang jernih, di antaranya ialah kuda laut, udang mantis, gurita, barakuda, hingga aneka jenis ikan dengan ebrbagai ukuran.

Kapan lagi B’timers bisa menikmati eksotisme liburan ke tanah papua tanpa harus mahal-mahal menyewa resort dan kapal pesiar di Raja Ampat? (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE