Luangkan Weekend ke Museum Sumpah Pemuda | Breaktime
Luangkan Weekend ke Museum Sumpah Pemuda
28.10.2016

Museum Sumpah Pemuda yang terletak di Jl. Kramat No. 106 merupakan salah satu saksi bisu peristiwa Sumpah Pemuda yang terjadi pada 28 Oktober 1928. Peristiwa dimana terjadi pergerakan para pemuda pribumu. Sumpah Pemuda menjadi sejarah besar Indonesia.

Tempat berlangsungnya peristiwa tersebut adalah bangunan yang saat ini menjadi museum Sumpah Pemuda. Bangunan tersebut dulunya adalah sebuah rumah milik Sie Kong Liong. Sejak tahun 1926, rumah Sie Kong Liong menjadi tempat pertemuan organisasi pemuda Indonesia, sekaligus menjadi tempat pelaksanaan Kongres Pemuda II.

Museum Sumpah Pemuda saat ini dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Tujuan didirikannya museum ini pada tahun 1973 adalah untuk menjaga dan merawat benda-benda peninggalan dan yang berkaitan dengan peristiwa Sumpah Pemuda kala itu. Selain itu, museum Sumpah Pemuda juga dijadikan tempat penyimpanan penelitian yang berhubungan dengan peristiwa Sumpah Pemuda.

Luangkan Weekend ke Museum Sumpah Pemuda | Breaktime
Salah satu sudut di Museum Sumpah Pemuda

Saat Anda mengunjungi museum ini, Anda akan menemukan banyak koleksi benda bersejarah, lho B’timers. Apa saja, sih koleksi benda bersejarah di museum Sumpah Pemuda? Ada banyak antara lain komik digital Sumpah Pemuda, biola yang digunakan oleh WR Supratman saat membawakan lagu ciptaannya, ada juga buku terbitan museum yang berjudul Indonesia Muda: Catatan Penting Persatuan Organisasi Pemuda.

Selain itu, masih ada juga komik terbitan museum yang menceritakan tentang perjalanan hidup Muhammad Yamin. Satu lagi yang unik dari museum ini selain koleksi-koleksinya adalah lantai keramik yang ada merupakan lantai keramik yang sama saat rumah atau gedung ini pertama kali dibangun. Wow! Perawatan museum ini benar-benar luar biasa ya B’timers.

Luangkan Weekend ke Museum Sumpah Pemuda | Breaktime
Jejak Sumpah Pemuda di Museum Sumpah Pemuda

Tempat ini juga sering digunakan untuk berbagai kegiatan seperti Festival Lomba Busana Daerah, Lomba Sosiodrama, Lomba Baca Puisi, dan banyak lainnya. Museum ini buka pada hari Selasa – Jumat pada pukul 08.00 – 15.00 WIB dan Sabtu – Minggu pada pukul 08.00 – 14.00 WIB. Sedangkan pada hari Senin dan hari besar museum tutup.

Biaya masuknya juga sangat murah, hanya Rp 2 ribu saja. Anda bisa menikmati akhir pekan dengan belajar dan mengingat sejarah perjuangan pemuda pada 1928 di museum ini. (vpd)



artikel kompilasi
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE