Kembali ke Masa Lalu di Benteng Van der Wijck | Breaktime
Kembali ke Masa Lalu di Benteng Van der Wijck
06.12.2016

Anda tentu sering mendengar tentang kisah-kisah perjuangan para pahlawan yang merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan para penjajah, baik melalui buku sejarah maupun melalui cerita langsung dari kakek dan nenek Anda, bukan? Dan pernahkah Anda merasa penasaran untuk melihat berbagai macam monumen yang dibangun sebagai bukti bahwa bangsa asing pernah menduduki negara ini?

Selama masa kependudukan para penjajah, terutama bangsa Belanda, mereka mendirikan berbagai macam benteng dengan berbagai macam tujuan, salah satunya adalah sebagai metode pertahanan terhadap serangan para gerilyawan. Salah satu saksi bisu masa kependudukan Belanda adalah Benteng Van der Wijck yang berada di Jl. Sapta Marga Gombong, Kebumen.

Benteng Belanda ini didirikan pada tahun 1818 oleh Jenderal Van den Bosh. Benteng ini memiliki luas sekitar 3606.625 m2 dengan tinggi benteng sekitar 9.67 m. Benteng ini dibangun dengan tujuan sebagai benteng pertahanan kolonial Belanda di sekitar bekas kantor VOC untuk melawan kesultanan Yogyakarta yang berkuasa pada saat itu. 

Kembali ke Masa Lalu di Benteng Van der Wijck | Breaktime
Yuk, wisata sejarah di benteng Belanda ini!

Untuk membangun benteng ini diperlukan total waktu sekitar 4 tahun. Benteng ini berbentuk segi delapan dengan luas permukaan 7168 m2 dengan tebal dinding sekitar 1.4 m. Benteng berlantai dua ini memiliki 4 pintu masuk, 16 kamar yang sangat luas pada lantai pertama dan di lantai kedua terdapat 70 buah pintu penghubung dengan 16 buah kamar dengan ukuran yang cukup besar. Benteng ini kemudian beralih fungsi menjadi Pupillenschool atau sekolah taruna militer yang dikhususkan untuk anak-anak Eropa yang lahir dan besar di Indonesia.

Benteng Van der Wijck adalah salah satu alternatif wisata yang dapat Anda kunjungi bersama keluarga. Di sana, Anda dapat memperdalam ilmu sejarah serta mendidik anak-anak mengenai kependudukan Belanda di Indonesia. Untuk tiket masuknya, Anda hanya cukup merogoh kocek sebesar Rp 8.000,- dimana Anda dapat menikmati keindahan benteng sekaligus anak-anak Anda dapat bermain dengan fasilitas permainan yang disediakan di lantai 2 dari benteng ini. Anda pun dapat menginap di benteng ini dengan merogoh kantong sebesar Rp 150.000,- hingga Rp 200.000,. (dkp)



artikel kompilasi
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE