Gunung Mayon; Si Kerucut Primadona Filipina | Breaktime
Gunung Mayon; Si Kerucut Primadona Filipina
28.01.2017

B’Timers, ketika Anda kecil dan duduk di bangku taman kanak-kanak gambar apakah yang pertama kali dan paling sering Anda gambar? Pasti kebanyakan dari Anda akan dengan kompak menjawab gambar gunung berbentuk kerucut yang sempurna, akan tetapi pernahkah dalam seumur hidup Anda menemukan gunung dengan bentuk kerucut yang benar-benar sempurna seperti yang ada pada gambar Anda?

Bahkan dari ribuan gunung api di Indonesia Anda tidak akan menemukan gunung dengan bentuk kerucut yang ideal. Bila Anda lihat baik-baik maka Anda akan melihat beberapa sisi dari gunung-gunung tersebut lebih tinggi dari sisi yang lain. Akan tetapi, di Filipina Anda akan menemukan bentuk gunung dengan bentuk kerucut yang paling simetris di kedua sisinya, sehingga gunung ini juga menerima predikat sebagai gunung dengan bentuk kerucut yang paling simetris di dunia. Gunung tersebut adalah Gunung Mayon. Pada tahun 1938, pemerintah Filipina memutuskan untuk menjadikan Gunung Mayon sekaligus lingkungan sekitarnya sebagai taman nasional yang dilindungi.

Gunung Mayon merupakan gunung api yang tergolong masih sangat aktif dan terletak di Provinsi Albay, Pulau Luzon, Filipina. Gunung dengan ketinggian 2.464 meter ini termasuk dari gunung api yang terletak di gugusan Ring of Fire dan cukup terkenal dengan letusan-letusan erupsinya yang dahsyat dan telah meletus sebanyak 49 kali dalam jangka waktu 400 tahun. Letusan Gunung Mayon yang terdahsyat sepanjang sejarah merekamnya terjadi di tahun 1814 dimana gunung api ini mengubur kota Cagsawa dan kota-kota lain di sekitarnya dalam abu tebal dan menelan korban jiwa sebanyak 2.200 orang. 

Gunung Mayon; Si Kerucut Primadona Filipina | Breaktime
Pemandangan menara berlatarkan Gunung Mayon. Indah ya?

Letusan gunung tersebut tidak menyisakan bangunan apapun, namun Anda dapat menyaksikan menara bel dari gereja Cagsawa yang masih berdiri kokoh walaupun bangunan utamanya telah hancur bertahun-tahun yang lalu. Setelah letusan pertamanya, Gunung Mayon berturut-turut menunjukkan aktivitas erupsi yang kembali menelan korban jiwa dan mengubur kota-kota yang ada di sekitar gunung. Sedangkan letusan terakhir terjadi pada tahun 2013 dan memakan korban jiwa sebanyak lima pendaki gunung berkebangsaan Jerman, Spanyol, dan seorang pemandu lokal dan 7 orang dilaporkan mengalami cedera.  

Kegagahan gunung berapi di Filipina ini mungkin akan menggoda Anda para pendaki gunung untuk menaklukkan puncaknya. Akan tetapi, ada baiknya Anda mempertimbangkan ulang keputusan Anda karena pemerintah Filipina benar-benar tidak menyarankan Anda untuk mendaki gunung ini. Pasalnya, aktivitas vulkanik gunung ini memang tidak dapat diduga sehingga untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, memang sebaiknya Anda mendengar dan mematuhi larangan pemerintah untuk menjauhi berbagai macam aktivitas seperti camping atau mendaki di gunung ini. Akan tetapi, Anda masih bisa memotret keindahan gunung tersebut dari kejauhan atau melihat reruntuhan dari Gereja Cagsawa. Selain itu, Anda juga dapat melakukan aktivitas trekking di hutan wisata yang terletak tidak jauh dari obyek wisata Gunung Mayon.

Terlepas dari bahaya erupsi gunung yang mengintai setiap saat, Gunung Mayon tetap menjadi obyek wisata favorit bagi para turis domestik maupun turis internasional yang berkunjung ke Filipina. Keindahan alam yang dimiliki oleh gunung ini mengalahkan rasa takut akan erupsi yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Dan B’Timers bagi Anda yang berniat untuk mengunjungi Filipina dan ingin mampir untuk mengagumi pesona gunung api ini jangan lupa untuk mematuhi peraturan yang ditetapkan serta mendengarkan instruksi dari pemandu wisata, ya? Selamat berwisata! (dkp)



artikel kompilasi
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE