Berani Ke Desa Trunyan Lihat Mayat Bergeletakan? | Breaktime
Berani Ke Desa Trunyan Lihat Mayat Bergeletakan?
02.12.2016

Apakah Anda pernah mendengar sebuah desa di Bali yang bernama Desa Trunyan? Yup, sebuah desa yang memiliki kuburan yang paling mengerikan di Bali. Mengapa begitu? Jenazah di sana tidak dikubur ataupun dibakar, mereka hanya akan digeletakkan dan ditutupi dengan bambu-bambu. Namun, anehnya mayat-mayat yang ada di sana tidak mengeluarkan bau busuk.

Kuburan Trunyan

Masyarakat Desa Trunyan memang memiliki cara berbeda dalam tradisi kematian, tidak seperti masyarakat hindu di Bali lainnya yang melakukan upacara Ngaben. Apa yang membuat mayat di sana tidak berbau busuk?

Solusinya adalah Taru Menyan, sebuah pohon besar yang tumbuh di dekat pintu masuk kuburan. Pohon ini juga yang jadi asal usul nama desa Trunyan. Pohon ini punya legenda yang unik, sejak dulu pohon ini telah mengeluarkan bau wangi yang menghipnotis 4 saudara dari Keraton Surakarta. Salah satu anak laki-laki mencintai Dewi penunggu pohon dan mereka menikah.

Berani Ke Desa Trunyan Lihat Mayat Bergeletakan? | Breaktime
Tempat mayat-mayat digeletakan di Trunyan

Pohon tersebut terus mengeluarkan bau wangi dan sang Raja yang takut diserang dari luar maka sanga Raja memerintahkan untuk menghapus wanginya dengan meletakkan jenazah di atasnya. Begitulah B’timers sejarah singkat desa ini.

Akses Menuju Trunyan

Tak sulit, kok B’timers untuk sampai di desa Trunyan. Anda bisa menyewa perahu nelayan dari Desa Kedisan di tepi Danau Batur. Harganya Rp 100 ribu untuk satu perahu dan muat untuk 10 penumpang. Anda akan dibawa dengan melintasi danau Batur dengan jarak tempuh 30 menit sampai di dermaga Trunyan.

Jadi bagaimana B’timers? Berani tidak untuk berkunjung ke kuburan Trunyan? Anda akan punya pengalaman baru melihat mayat-mayat bergeletakan dengan bau yang sangat wangi. (vpd)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE