Wisata Mistis dan Unik Pemakaman di Tana Toraja | Breaktime
Wisata Mistis dan Unik: Melihat dari Dekat Pemakaman di Tana Toraja
29.07.2015

B'timers tertarik dengan kebudayaan megalitik dan kehidupan Austronesia yang masih terpelihara hingga zaman modern seperti sekarang ini? Suasana itu bisa didapatkan di Toraja, Sulawesi Selatan.

Toraja atau lebih dikenal sebagai Tana Toraja terletak sekitar 350 kilometer arah utara kota Makassar. Meski lokasinya cukup jauh dari ibu kota provinsi, kawasan ini menyimpan keunikan dan warisan budaya yang menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

Masyarakat Toraja memiliki cara unik dalam menguburkan kerabat yang telah meninggal. Serangkain upacara adat digelar dengan biaya sangat mahal, bahkan hingga milyaran rupiah. Upacara ini disebut Rambu Solo. 

Keluarga yang ditinggalkan harus menyembelih puluhan ekor kerbau (golongan bangsawan) dan babi (golongan menengah). Tak jarang mereka harus mengumpulkan biaya hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Selama upacara belum terlaksana, jenazah dianggap belum meninggal dengan sempurna.

Wisata Mistis dan Unik Pemakaman di Tana Toraja | Breaktime
Suasana di dalam Goa Makam Tana Toraja

Selain itu, masyarakat Toraja juga terkenal dengan makam pada tebing-tebing yang tinggi atau kerap disebut dengan makam gantung. Puluhan bahkan ratusan peti mati yang bertumpuk pada celah bukit berbatu yang curam bisa kita temui di kawasan Londa ini. Juga terdapat patung-patung kayu (tau-tau) berbentuk manusia, lengkap dengan pakaian yang berjejer rapi pada dinding tebing.

Peti mati yang diselipkan di antara tebing disebut erong. Semakin tinggi letak peti mati, makin tinggi pula derajat jenazah yang disemayamkan. Tujuan lain penempatan peti mati pada posisi yang tinggi adalah untuk melindungi harta yang turut disimpan pada peti tersebut. Masyarakat Toraja percaya bahwa orang yang telah meninggal bisa membawa hartanya ke kehidupan setelah mati.

Londa juga terkenal dengan gua makam yang sangat populer di kalangan wisatawan. Untuk menuju gua ini pengunjung harus menuruni sejumlah anak tangga serta disarankan membawa senter karena di dalam goa cukup gelap. Saat memasuki gua, tampak tulang belulang manusia berserakan. Tulang-tulang ini berasal dari peti mati yang jatuh atau lapuk dimakan usia. Tulang-tulang tersebut dibiarkan begitu saja karena bila meletakkan di peti yang baru, harus dilaksanakan upacara adat yang sangat mahal, bahkan bisa sama mahalnya saat pertama kali meletakkan peti di tempat semula.

Wisata Mistis dan Unik Pemakaman di Tana Toraja | Breaktime
Makam khas orang Toraja di Londa, Sulawesi-Selatan

Gua makam Londa cukup besar dengan kedalaman hingga 1000 meter. Gua ini dipenuhi stalagtit dan stalagmit sehingga wisatawan harus berhati-hati. Semakin masuk ke dalam gua, makin banyak tengkorak dan tulang yang berserakan. Usia tulang belulang ini beragam, bahkan ada yang sudah puluhan dan ratusan tahun. Selain peti mati, juga terdapat pakaian dan rokok yang sengaja ditaruh oleh kerabat jenazah.

Nuansa mistis dan misteri yang berpadu dengan suasana pegunungan yang masih alami sangat terasa di kawasan ini. Meski demikian, perjalanan menuju kawasan Toraja tetaplah merupakan sebuah pengalaman traveling yang tak bisa kita temukan di tempat lain di Indonesia.

Share This Article